Mengolah Rasa dan Raga: Tips Efektif Latihan Teater bagi Pemula untuk Memperkuat Karakter di Panggung

Blitar, serayunusantara.com — Seni teater kini kembali menggeliat di kalangan generasi muda Blitar sebagai sarana ekspresi diri dan pengasahan kepercayaan diri.

Namun, untuk menjadi seorang aktor yang mampu memukau penonton, diperlukan latihan yang melampaui sekadar menghafal naskah.

Latihan teater yang komprehensif melibatkan pengolahan vokal, olah tubuh, hingga pendalaman rasa agar karakter yang dibawakan terasa hidup dan meyakinkan, Rabu (14/01/2026).

Pemanasan fisik menjadi langkah awal yang wajib dilakukan untuk melenturkan otot dan memicu energi di atas panggung.

Selain itu, latihan vokal seperti teknik pernapasan perut dan artikulasi sangat krusial agar dialog terdengar jelas hingga bangku penonton paling belakang.

Yang tak kalah penting adalah latihan imajinasi dan observasi, di mana seorang aktor harus mampu menyerap gerak-gerik serta emosi dari kehidupan nyata untuk diterapkan dalam peran yang dimainkan.

Baca Juga: Sebanyak 54 Group Reog Ikuti Pentas Kolosal Tadarus Budaya di Ponorogo

Eko (27), seorang pelatih teater di komunitas seni lokal, membagikan tips bagi mereka yang baru terjun ke dunia peran.

Menurutnya, teater itu soal kejujuran emosi. Tips darinya untuk pemula, sering-seringlah latihan olah rasa di depan cermin atau merekam diri sendiri.

Ia juga menyarankan, Fokus pada detail kecil seperti tatapan mata dan tempo bicara. Jangan hanya menghafal kata-kata, tapi pahami motivasi di balik kata-kata itu. Latihan fisik juga penting agar stamina tidak drop saat pementasan yang berdurasi panjang.

“Paling utama, jangan malu untuk terlihat ‘jelek’ atau aneh saat latihan, karena di panggung itulah tempat kita melepas ego untuk menjadi orang lain,” jelas Eko saat ditemui di sanggar latihannya.

Dengan latihan yang tekun dan konsisten, seorang pemula dapat berkembang menjadi aktor yang memiliki kehadiran (presence) kuat di atas panggung.

Seni teater bukan hanya tentang akting, tetapi tentang memahami kemanusiaan melalui setiap peran yang dibawakan. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *