Blitar, serayunusantara.com — Komunitas literasi Lapak Baca Ceria menggelar diskusi publik bertajuk “Negara dalam Pandangan Sosialis” di Kedai Kopi Satu Rasa, Kota Blitar, Rabu (25/02/2026) malam.
Diskusi yang menghadirkan Alex Cahyono sebagai pemantik ini berlangsung dinamis dan memicu antusiasme peserta hingga melampaui tengah malam.
Acara yang dipandu oleh Fufut Shokibul selaku moderator ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa dan aktivis. Diskusi difokuskan pada bedah teori mengenai fungsi negara, struktur kekuasaan, dan distribusi keadilan sosial dari perspektif sosiologi-politik sosialis.
Koordinator Lapak Baca Ceria, Reyda Hafis, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali tradisi dialektika di ruang publik.
“Kami ingin meruntuhkan stigma bahwa bahasan ideologi itu tabu. Malam ini terbukti, anak muda Blitar sangat haus akan perspektif alternatif. Negara bukan sesuatu yang jatuh dari langit, ia adalah konstruksi sosial yang harus terus kita pertanyakan fungsinya bagi kaum marginal,” ujar Reyda Hafis saat ditemui di lokasi acara.
Tingginya intensitas tanya jawab membuat diskusi yang semula dijadwalkan selesai pukul 22.00 WIB terus berlanjut hingga pukul 00.15 WIB. Peserta tampak bertahan untuk mendalami materi yang disampaikan oleh narasumber.
Salah satu peserta, Ali Ma’ruf, mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai kaitan antara sistem politik dan kondisi ekonomi masyarakat.
“Diskusi ini membuka mata saya bahwa kemiskinan dan ketimpangan bukan sekadar nasib, tapi ada sistem yang mengaturnya. Pembahasan di warkop seperti ini justru lebih mudah dipahami dibanding di ruang kelas,” ungkap Ali.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tukar informasi literasi dan komitmen Lapak Baca Ceria untuk terus konsisten menyediakan ruang diskusi gratis di berbagai kedai kopi di Blitar. Melalui forum ini, penyelenggara berharap budaya kritis masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pembangunan kota. (Fin/Serayu)
























