Kediri, serayunusantara.com — Bagi warga Kediri maupun mahasiswa yang mencari tempat singgah tanpa batas waktu, Kopi Abah yang berlokasi di Jalan Sunan Ampel Gang 2 kini menjadi destinasi utama.
Kedai ini tidak hanya sekadar warung kopi biasa, melainkan pusat tongkrongan strategis yang terletak sangat dekat dengan kampus UIN Syekh Wasil Kediri.
Beroperasi 24 jam nonstop, Kopi Abah menjadi solusi bagi siapa saja yang membutuhkan ruang publik untuk beraktivitas di waktu kapan pun, Rabu (07/01/2026).
Salah satu keunggulan menonjol dari Kopi Abah adalah area lokasinya yang sangat luas. Dengan desain bangunan yang lapang, tempat ini diklaim mampu menampung ratusan orang sekaligus dalam satu waktu.
Hal ini menjadikannya lokasi favorit bukan hanya untuk individu, tetapi juga bagi organisasi mahasiswa atau komunitas besar yang ingin mengadakan pertemuan, diskusi, hingga acara kumpul bersama tanpa khawatir kehabisan tempat duduk.
Andri (22), seorang mahasiswa UIN Syekh Wasil yang sering berkunjung, mengaku tempat ini adalah penyelamat saat ia harus mengerjakan tugas hingga dini hari.
Menurutnya, mencari tempat nongkrong yang benar-benar buka 24 jam dan dekat kampus itu sangat membantu. Apalagi tempatnya luas sekali, muat untuk ratusan orang, jadi kalau datang bareng rombongan teman satu kelas pun tidak bingung cari kursi.
“Di sini pilihan makanannya banyak, ada camilan sampai makanan berat, dan harganya tetap murah buat ukuran kantong mahasiswa. Suasananya enak, meskipun ramai tetap terasa lega karena areanya yang luas dan terbuka,” kata Andri saat ditemui di lokasi.
Selain tempat yang luas dan ketersediaan stopkontak di berbagai sudut, Kopi Abah juga dikenal dengan variasi menu yang sangat beragam namun tetap ramah di dompet.
Mulai dari aneka olahan kopi, minuman segar, hingga berbagai pilihan nasi dan gorengan tersedia dengan harga yang kompetitif.
Dengan lokasinya yang berdekatan dengan kawasan pendidikan dan pusat keramaian, Kopi Abah di Jalan Sunan Ampel Gang 2 terus konsisten menjaga kualitas pelayanan serta kebersihan.
Tempat ini diprediksi akan terus menjadi ikon tongkrongan produktif dan pusat interaksi sosial paling ramai di Kediri sepanjang tahun 2026. (Fis/Serayu)













