Bojonegoro, serayunusantara.com – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan ke Pasar Wisata Bojonegoro pada Jumat (6/3/2026) untuk memimpin kegiatan Korve Kebersihan untuk Indonesia Asri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kedatangan Menteri LH disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Bojonegoro, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, serta para camat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup. Apel tersebut diikuti berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Satpol PP, PLN, Pramuka, tenaga kebersihan, kepala OPD, serta camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Hanif Faisol menyampaikan rasa bangganya dapat hadir langsung di Bojonegoro dan berinteraksi dengan masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dinilai konsisten menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai kegiatan rutin.
Menurutnya, gerakan kebersihan ini merupakan salah satu langkah untuk mendorong budaya pengelolaan sampah sebagaimana menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia berharap Bojonegoro dapat menjadi daerah dengan sistem penanganan lingkungan yang kuat di tingkat nasional. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menunjukkan bahwa Bojonegoro memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan.
Baca Juga: DLH Bojonegoro Bangun Lubang Resapan Biopori di Alun-alun untuk Jaga Lingkungan dan Cegah Genangan
Selain itu, Menteri Hanif juga mendorong masyarakat agar semakin aktif melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya mulai tahun 2026. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menuntaskan persoalan sampah melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Ia menambahkan, Bojonegoro memiliki potensi besar untuk menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan lingkungan. Bahkan, ia berharap daerah tersebut dapat meraih penghargaan Adipura pada tahun mendatang.
“Saya akan memberikan pendampingan penuh kepada Kabupaten Bojonegoro. Apa pun yang perlu dikomunikasikan dan didukung akan kami bantu, sehingga di bawah kepemimpinan Bupati Bojonegoro dapat terwujud kota yang bersih dan menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti aksi korve atau kerja bakti membersihkan kawasan Pasar Wisata Bojonegoro.
Aksi bersih-bersih dilakukan di dua lokasi, yakni di area Pasar Wisata Bojonegoro dan Pasar Burung. Sampah yang berhasil dikumpulkan terlebih dahulu ditimbang sebelum kemudian diangkut menggunakan dump truck menuju tempat pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat sekaligus memperkuat semangat gotong royong untuk mewujudkan Bojonegoro yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
























