Menuju Zero ODOL 2027, Kemenhub Dorong Penanganan Truk Over Dimensi dan Muatan Secara Menyeluruh

Jakarta, serayunusantara.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus memperkuat langkah implementasi kebijakan menuju target Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027.

Pemerintah menilai persoalan kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan tidak dapat lagi ditangani secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan menyeluruh yang mencakup seluruh rantai ekosistem angkutan logistik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan bahwa permasalahan ODOL tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas di jalan raya, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan transportasi serta tata kelola distribusi logistik nasional.

Baca Juga: Kemenhub dan UEA Bahas Peluang Kerja Sama Bidang Penerbangan

“Banyak yang melihat masalah over dimension over load hanya sebagai pelanggaran lalu lintas di jalan, tetapi kita harus melihat ini sebagai persoalan keselamatan yang perlu ditangani dari hulu ke hilir karena ada ekosistem angkutan logistik di dalamnya.

Diperlukan komitmen dari seluruh pihak baik dari kementerian dan lembaga, operator angkutan logistik, hingga masyarakat untuk merealisasikan Zero Over Dimension Over Load 2027,” jelas Aan di Jakarta, pada Selasa (7/4).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan peta jalan atau roadmap sebagai dasar penanganan kendaraan ODOL secara komprehensif. Saat ini, berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam sistem logistik nasional tengah memproses sejumlah langkah strategis guna menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam rantai distribusi barang.

Baca Juga: Kemenhub dan Kemenperin Sepakati Implementasi Zero ODOL

Aan menuturkan bahwa rencana aksi tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga mencakup perbaikan dalam ekosistem angkutan logistik secara keseluruhan.

“Sebenarnya kita sudah punya roadmap atau rencana aksi tidak hanya dari sisi pengawasan dan penegakan hukum tapi semua yang terlibat dalam ekosistem ini, mulai dari kesejahteraan para pengemudi sedang disusun oleh kementerian terkait.

Masalah regulasi sedang berproses di DPR dan sedang diperbaiki untuk disesuaikan dengan kebutuhan ekosistem angkutan logistik saat ini, seperti pemerintah akan memberikan insentif dan disinsentif bagi pelaku usaha yang mematuhi dan yang melanggar,” ungkap Aan.

Baca Juga: Kemenhub dan UEA Bahas Peluang Kerja Sama Bidang Penerbangan

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat sistem pengawasan agar dapat berjalan lebih efektif. Pengawasan tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi dimulai sejak proses pemuatan barang di titik awal distribusi.

Aan menjelaskan bahwa sistem pengawasan tersebut nantinya akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital di jalan, integrasi data antarinstansi, serta penegakan hukum yang lebih konsisten terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai logistik.

“Penanganannya harus menyeluruh dari hulu ke hilir sehingga pendekatannya bukan sekadar menindak tetapi menata ekosistemnya. Dengan roadmap dan sistem yang sedang kami bangun, nantinya tanggung jawab tidak hanya dibebankan ke pengemudi, tapi juga operator atau pemilik barang juga dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” kata Aan.

Baca Juga: Kemenhub dan UEA Bahas Peluang Kerja Sama Bidang Penerbangan

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa kepatuhan terhadap aturan angkutan barang tidak hanya menjadi tanggung jawab pengemudi, tetapi juga melibatkan operator angkutan maupun pemilik barang sebagai bagian dari sistem distribusi logistik.

Dengan adanya rencana aksi yang komprehensif serta kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pelaku usaha, pemerintah optimistis target Zero ODOL pada 2027 dapat tercapai. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan transportasi di jalan, tetapi juga menciptakan sistem logistik yang lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan.

“Komitmen dari seluruh kementerian/lembaga, operator atau pemilik barang, dan seluruh lapisan masyarakat ini penting sebagai titik awal semangat merealisasikan Zero ODOL. Mudah-mudahan dengan roadmap yang kita buat dan komitmen yang sama dari seluruh stakeholder, saya optimis pada 2027 Zero ODOL dapat tercapai,” tutupnya. (San)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed