Blitar, serayunusantara.com — Pemerintah Kota Blitar terus mematangkan proyek strategis revitalisasi kawasan Museum dan Monumen PETA (Pembela Tanah Air) di Jalan Sodanco Supriyadi.
Berdasarkan data terbaru, pengembangan museum ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan eks-Markas Daidan PETA, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat edukasi sejarah militer nasional yang terintegrasi dengan teknologi digital, Selasa (03/03/2026).
Proyek revitalisasi yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat ini bertujuan untuk menghidupkan kembali memori kolektif bangsa terhadap pemberontakan PETA di Blitar tahun 1945.
Dalam rencana pengembangan terbaru, kawasan ini akan dibagi menjadi beberapa zona, termasuk ruang pameran artefak orisinal, diorama digital, serta area ruang terbuka hijau yang dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan literasi kebangsaan.
Nanang (52), salah satu warga lokal yang juga merupakan peminat sejarah, menyambut baik langkah pemerintah yang mulai serius menggarap potensi museum ini. Menurutnya, Museum PETA memiliki nilai sentimental yang sangat kuat bagi identitas warga Blitar.
Baca Juga: Kelas Bung Karno di Istana Gebang Giatkan Semangat Kepahlawanan Pemuda
“Sebagai warga Blitar, saya bangga melihat Markas PETA ini tidak lagi sekadar bangunan tua yang sepi. Dengan penataan baru, anak-anak muda sekarang jadi lebih tertarik datang,” ujar Nanang saat ditemui di sekitar monumen.
Selain aspek sejarah, pengembangan Museum PETA juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah daerah mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan minat khusus sejak dilakukan beberapa perbaikan pada bagian fasad dan penambahan koleksi alutsista (alat utama sistem senjata) hibah dari TNI.
Museum PETA kini menjadi paket wisata sejarah yang tidak terpisahkan dari Makam Bung Karno dan Istana Gebang.
Dengan data kunjungan yang terus meningkat, Pemkot Blitar optimistis Museum PETA akan menjadi magnet utama bagi peneliti, pelajar, dan wisatawan mancanegara yang ingin mendalami sejarah kemerdekaan Indonesia dari sudut pandang gerakan tentara sukarela. (Fis/Serayu)























