Blitar, serayunusantara.com — Menolak lupa pada sosok Bapak Republik yang kerap terlupakan, Lapak Baca Ceria menggandeng sejumlah komunitas literasi di Blitar untuk menggelar peringatan 77 tahun dieksekusinya Tan Malaka.
Mengambil ruang santai namun penuh muatan diskusi, acara ini akan dipusatkan di Kedai Kopi Kalpas pada Sabtu, 21 Februari 2026, mulai malam hingga selesai.
Bukan sekadar seremonial, peringatan kali ini dikemas dalam bentuk bedah karya mendalam.
Tiga buku legendaris yang menjadi fondasi pemikiran Tan Malaka akan dikuliti habis, yakni: Naar de Republiek Indonesia, Semangat Muda, dan Aksi Massa.
Ketiganya dipilih karena dinilai masih sangat relevan dalam membaca dinamika sosial-politik Indonesia di era modern.
Kolaborasi antar komunitas literasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi diskusi di kalangan anak muda Blitar.
Di tangan para pembedah, gagasan Tan Malaka tentang kedaulatan penuh dan kekuatan massa akan didiskusikan secara cair namun tetap tajam.
Baca Juga: Kopi Kalpas Jadi Surga Buku Semalam: Ada Lapak Baca Gratis hingga Koleksi Langka
Anshori (36), seorang pegiat literasi yang berencana hadir dalam diskusi tersebut, menilai kegiatan ini sebagai langkah cerdas untuk memperkenalkan sejarah kepada Gen Z.
“Tan Malaka itu pemikir besar yang lahir dari pergerakan. Membedah karyanya di kedai kopi seperti Kalpas ini sangat tepat, karena diskusi jadi tidak kaku,” ungkapnya.
Pihak Lapak Baca Ceria menyatakan bahwa acara ini terbuka untuk umum. Kehadiran komunitas-komunitas literasi lintas warna di Blitar diharapkan mampu menciptakan simpul-simpul pemikiran baru yang lebih segar.
Kedai Kopi Kalpas dipilih karena suasananya yang mendukung untuk dialog panjang, di mana aroma kafein akan menemani perdebatan intelektual mengenai sosok pejuang yang gugur di lereng Gunung Wilis tersebut.
Bagi warga Blitar, khususnya para mahasiswa dan aktivis, momen ini menjadi kesempatan langka untuk menelisik kembali “cetak biru” Republik Indonesia yang disusun oleh Tan Malaka puluhan tahun silam.
Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, Sabtu besok akan menjadi saksi bahwa pemikiran sang pengembara revolusioner itu tetap abadi dan terus berlipat ganda di tangan generasi muda Blitar. (Fis/Serayu)
























