Blitar, serayunusnatara.com – Memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah pondok pesantren di wilayah Blitar mulai dipadati oleh para santri yang antusias mengikuti tradisi “ngaji kilat” atau pengajian pasanan.
Fenomena tahunan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, di mana para peserta berusaha menuntaskan kajian kitab kuning tertentu dalam waktu singkat selama bulan puasa.
Pantauan di lapangan pada Rabu (25/2/2026), menunjukkan intensitas aktivitas literasi keagamaan yang meningkat drastis.
Berbeda dengan pengajian rutin harian, ngaji kilat memiliki jadwal yang lebih padat dan fokus pada satu atau dua kitab klasik hingga khatam sebelum hari raya Idulfitri tiba.
Nasruddin, salah seorang santri yang mengikuti program ngaji kilat di salah satu pesantren di Blitar, mengungkapkan bahwa momentum ini adalah saat yang paling dinantikan untuk memperdalam khazanah keislaman.
Menurutnya, fokus utama dari kegiatan ini bukan sekadar mengejar target khatam, melainkan mendapatkan keberkahan serta sanad ilmu langsung dari para kiai.
Baca juga: Nuansa Ramadan 1447 H/ 2026 M Lengang di Jam Buka, Ritme Kota Blitar Diam-Diam Bergeser
“Ngaji kilat ini sudah jadi tradisi rutin saya setiap Ramadan. Meskipun jadwalnya sangat padat dari pagi sampai malam, rasanya ada kepuasan batin tersendiri bisa mengkaji satu kitab secara tuntas dalam sebulan,” ujar Nasruddin saat ditemui di sela kegiatannya, Rabu (25/2/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peserta ngaji kilat tidak hanya datang dari kalangan santri mukim, tetapi juga banyak diikuti oleh alumni pesantren hingga masyarakat umum dari luar daerah. Hal ini menjadikan suasana pesantren selama Ramadan terasa lebih hidup dengan semangat belajar yang masif.
“Bagi saya, ini adalah cara terbaik untuk mengisi waktu luang di bulan puasa agar lebih produktif. Fokus kita bukan cuma membaca, tapi mendengarkan penjelasan mendalam dari kiai tentang isi kitab tersebut,” tambahnya. (Fin)
























