Tulungagung, serayunusantara.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar pada 2–15 Februari 2026. Penindakan didominasi oleh tilang elektronik melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, mengatakan bahwa selama operasi tersebut pihaknya menerbitkan total 1.884 surat tilang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.715 tilang elektronik dan 169 tilang manual.
“Berdasarkan arahan dan petunjuk dari Korlantas Polri, penindakan secara manual memang diprioritaskan lebih kecil,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menegaskan, minimnya tilang manual tidak berarti pelanggaran lalu lintas sedikit. Sebaliknya, petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif berupa teguran lisan maupun tertulis.
“Total pengendara yang diberikan teguran mencapai 8.372 orang. Pelanggarannya beragam, mulai dari tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM, pengendara di bawah umur, hingga pelanggaran lainnya,” jelasnya.
Selain itu, Satlantas Polres Tulungagung juga menindak tegas 52 kendaraan yang menggunakan knalpot brong. Seluruh pelanggar diproses hingga persidangan dan diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot standar.
Menurut AKP Taufik, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Tak hanya melakukan penindakan, Satlantas juga menggencarkan upaya preventif dan preemtif. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, tempat keramaian, hingga pasar tradisional.
“Kami terus memberikan imbauan dan pendidikan lalu lintas kepada masyarakat agar tercipta budaya tertib berlalu lintas,” tambahnya.
Ia menyebutkan, sasaran kegiatan preventif selama operasi mencapai 20.052 orang, sementara kegiatan preemtif menyentuh 20.522 orang. Upaya tersebut dinilai penting mengingat angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung masih tergolong tinggi, dengan korban terbanyak berasal dari kalangan pelajar.
Berdasarkan data Operasi Keselamatan Semeru 2026, tercatat 37 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Tulungagung. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 72 orang mengalami luka-luka.
“Jika dibandingkan tahun 2025, jumlah kecelakaan meningkat lima kejadian atau sekitar 15 persen,” pungkasnya. (guh)
























