Ngawi, serayunusantara.com – Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ngawi masa khidmat 2025-2026 sukses digelar di Pendopo Wedya Graha Ngawi, Sabtu, (17/01/2026). Pelantikan ini mengusung tema, “PMII Ngawi: Memimpin Perubahan dan Meniti Harmoni Pertumbuhan”.
Sebelum acara pembukaan, hadir beberapa pertunjukan pengisi seperti akustik dari PMII STKIP Modern Ngawi, Tari Kepyar dari PMII IAI Ngawi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari PMII STAIM Kendal Ngawi, dan pembacaan puisi dari PMII IAI Ngawi.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan PB PMII, PKC Jawa Timur, Mabincab PC PMII Ngawi, dan IKA PMII Ngawi. Selain itu, hadir perwakilan dari Badan Otonom (Banom) NU seperti Muslimat NU Ngawi, Fatayat NU Ngawi, GP Ansor Ngawi, IPNU-IPPNU Ngawi, dan PERGUNU Ngawi.
Turut hadir pula FORKOPIMDA yaitu Wakil Bupati Ngawi, perwakilan dari DPRD Ngawi, perwakilan Kejari Ngawi, perwakilan Kapolres Ngawi, dan Dandim.
Baca Juga: Mahasiswa di Ngawi Gelar Mimbar Pergerakan, Kritisi Alih Fungsi Lahan
Acara dikemas cukup apik dengan menampilkan pembacaan puisi yang mengkritisi tentang jati diri Ngawi sebagai lumbung pangan nasional yang kini mulai ditanami bangunan-bangunan industri.
Ketua Panitia Pelantikan PMII, Bahrul Alam, menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial serah-terima jabatan belaka.
“Prosesi pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial belaka, tapi lebih kepada langkah awal PMII Ngawi menata ulang arah gerak ke depan dalam satu tahun masa khidmat,” ujar Bahrul Alam.
Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Ngawi terpilih, Asep Samsu Rijza, menyampaikan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya petani dan warga desa. PMII Ngawi memposisikan diri sebagai kekuatan moral dan intelektual yang aktif mengawal kebijakan lingkungan agar berpihak pada kelestarian alam dan keadilan sosial.
“Isu lingkungan bukan sekadar wacana, tetapi menyangkut masa depan masyarakat Ngawi. PMII hadir untuk memastikan pembangunan tidak mengorbankan ruang hidup rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: PMII Ngawi Gelar Diskusi, Soroti Pasal-Pasal Rentan dalam KUHP Baru
Selain isu lingkungan, PC PMII Ngawi juga menaruh perhatian serius pada pemberdayaan kader sebagai fondasi gerakan.
“Ke depan, PMII Ngawi akan memperkuat kaderisasi berkelanjutan melalui pengembangan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi kader. Hal ini dilakukan agar kader PMII tidak hanya aktif dalam gerakan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.
Perwakilan dari PB PMII, Ketua Bidang Advokasi PB PMII, Arofat Sulaiman, menyampaikan bahwa saat ini PB PMII sedang mengawal isu tentang UU Pilkada yang dirasa cukup janggal.
“Saat ini kami di PB PMII sedang mengawal isu nasional tentang UU Pilkada yang dirasa cukup janggal dan perlu dikaji,” kata Arofat Sulaiman.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Rudi Tri Wahid, Ketua PCNU Ngawi, dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB. (Jok/ha)










