Blitar, serayunusantara.com – Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat menangani dampak bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Sukorejo. Bantuan langsung mulai disalurkan kepada warga terdampak di Kelurahan Sukorejo dan Turi pada Minggu (5/4/2026).
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang turun langsung ke lokasi bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi pascabencana. Langkah tanggap darurat dilakukan sejak awal kejadian dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan awal, tetapi juga mulai masuk tahap pemulihan. Dalam dua hari terakhir, perbaikan rumah warga, khususnya bagian atap yang rusak, telah dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan petugas di lapangan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Nasional 4-5 April, Jatim Didominasi Berawan hingga Hujan Ringan
“Saya mengapresiasi petugas yang langsung datang ke lokasi membantu warga kemarin dan Alhamdulillah, dalam dua hari ini sebagian rumah sudah mulai diperbaiki, khususnya atap. Pemerintah juga menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung proses perbaikan kerusakan rumah terdampak,” ungkapnya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan langsung kepada warga. Bantuan tersebut meliputi uang tunai, paket sembako, perlengkapan anak, hingga ransum yang disalurkan melalui kerja sama antara Pemkot Blitar dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial.
“Total ada sekitar 40 keluarga terdampak yang hari ini menerima bantuan. Harapannya bantuan langsung ini bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka terlebih dahulu, sambil kami menyiapkan bantuan lanjutan untuk rehabilitasi rumah,” ujarnya.
Baca Juga: BMKG Tetapkan Status Waspada dan Siaga Cuaca Ekstrem di Seluruh Indonesia
Salah satu warga terdampak, Slamet (48), mengaku terbantu dengan respons cepat pemerintah. Ia menyebut penanganan dilakukan segera setelah laporan masuk, termasuk pemasangan terpal untuk melindungi rumah yang rusak.
“Sejak kemarin tim dari BPBD juga sudah membantu memperbaiki atap, bahkan langsung dipasang terpal. Responsnya cepat sekali sejak laporan masuk sampai bantuan hari ini,” terangnya.
Sebagai tambahan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana di tingkat daerah. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dinilai mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus meminimalkan dampak yang lebih luas.
Sebagai penutup, langkah cepat dan terorganisir yang dilakukan Pemerintah Kota Blitar menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Diharapkan, proses rehabilitasi dapat segera rampung sehingga warga dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. (San)

























