Mojokerto, serayunusantara.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat. Bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, bantuan bagi lansia kurang mampu kembali disalurkan secara rutin menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pada tahun ini, sebanyak 1.077 lansia menerima bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rumah masing-masing penerima oleh petugas pos.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Subarningsih di kediamannya yang berada di samping Kantor Kelurahan Magersari, Kamis (5/3). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih, terutama menjelang Lebaran.
“Kami ingin para lansia di Kota Mojokerto dapat menyambut Idulfitri dengan lebih tenang dan bahagia. Meski nilainya tidak besar, kami berharap bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya selama Ramadan dan menjelang hari raya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran melalui PT Pos Indonesia dipilih untuk memudahkan para penerima bantuan. Dengan sistem pengantaran langsung ke rumah, para lansia tidak perlu datang ke lokasi tertentu untuk mengambil bantuan.
Sementara itu, Eksekutif Manajer PT Pos Indonesia Mojokerto Baini mengatakan bahwa proses distribusi bantuan mulai dilakukan hari ini dengan melibatkan 20 petugas yang akan mengantarkan bantuan ke rumah para penerima.
Baca Juga: Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos untuk 243 Penyandang Disabilitas
“Hari ini tim mulai melakukan pengiriman ke rumah penerima. Sebanyak 20 petugas kami terjunkan dan kami menargetkan seluruh bantuan sudah tersalurkan pada 16 Maret,” jelasnya.
Ia optimistis proses penyaluran dapat selesai sebelum Lebaran, mengingat pada tahun sebelumnya bantuan kepada 1.500 penerima juga berhasil didistribusikan sepenuhnya sebelum hari raya.
Selain bantuan untuk lansia, pada hari yang sama di Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Pemerintah Kota Mojokerto juga menyalurkan bantuan uang tunai kepada 193 anak yatim dan piatu nonpanti.
Salah satu penerima bantuan, Ilmi, warga Ketidur yang saat ini duduk di kelas X aliyah, mengaku telah menerima bantuan tersebut sejak 2024 setelah ayahnya meninggal dunia.
“Saya mulai menerima bantuan sejak tahun lalu setelah ayah meninggal. Uangnya akan saya gunakan untuk kebutuhan sekolah, termasuk membeli sepatu olahraga,” ungkapnya.
Melalui berbagai bantuan tersebut, pemerintah berharap dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
























