Blitar, serayunusantara.com – Pertigaan lampu merah yang berada di sisi selatan Pasar Legi Kota Blitar menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk di kawasan pusat kota.
Setiap hari, terutama pada pagi dan sore, kawasan ini selalu dipadati kendaraan dari berbagai arah, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum.
Lokasinya yang strategis, menghubungkan area perdagangan Pasar Legi dengan jalan utama menuju kawasan perumahan dan sekolah, menjadikan titik ini tidak pernah sepi.
Aktivitas warga yang berbelanja, pedagang yang mengangkut barang, hingga siswa yang berangkat ke sekolah, menambah dinamika suasana di sekitar lampu merah tersebut.
“Kalau pagi macetnya lumayan, apalagi pas hari pasaran. Banyak orang yang menyeberang dan kendaraan antre cukup panjang,” ujar Siti Rohmah (42), salah satu pedagang sayur di Pasar Legi, saat ditemui pada Sabtu (18/10/2025).
Baca Juga: Mengenal SMKS PGRI 1 Blitar: Menyiapkan Generasi Profesional dengan Keterampilan Nyata
Di sisi lain, pengguna jalan mengapresiasi keberadaan lampu merah tersebut karena membantu mengatur arus kendaraan di titik padat.
“Kalau tidak ada lampu merah, pasti susah lewat sini. Tapi memang perlu petugas yang lebih sering berjaga, biar tidak semrawut,” kata Arif Setiawan (33), pengendara ojek online yang sering melintas di kawasan itu.
Menjelang sore hari, suasana di pertigaan semakin ramai. Lampu merah yang berdurasi sekitar satu menit sering dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk menawarkan makanan ringan kepada pengendara yang berhenti. Aroma gorengan dan kopi seduh pinggir jalan menjadi pemandangan khas setiap harinya. (Serayu)













