Malang, serayunusantara.com – Gelombang protes mahasiswa kembali terjadi di Kabupaten Malang. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (13/4/2026), sebagai bentuk solidaritas atas dugaan kekerasan yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus.
Aksi yang berlangsung pada sore hari itu diwarnai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Sejak massa tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penjagaan berlapis di area pintu masuk gedung dewan untuk mengantisipasi potensi kericuhan.
Para demonstran membawa berbagai atribut aksi seperti poster, spanduk, serta tulisan bernada kritik. Mereka mengecam keras insiden yang diduga berupa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus oleh orang tak dikenal, yang dinilai sebagai bentuk teror terhadap kebebasan sipil.
Sebagai bentuk eskalasi protes, massa sempat menyalakan api dari ban bekas di depan lokasi aksi. Dari atas kendaraan komando, para orator menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum segera mengusut pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut secara transparan.
Ketua PC PMII Kabupaten Malang, Syahrul Majid, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, hal tersebut bisa mengancam ruang demokrasi dan membungkam suara kritis masyarakat.
Baca Juga: Ahmad Kafiy Tegaskan Mahasiswa UNU Blitar Harus Berani Tolak Pungli Dana KIP-K
“Jika tindakan semacam ini tidak ditangani secara tegas, transparan, dan berkeadilan, maka hal tersebut berpotensi menciptakan iklim ketakutan, serta menjadi preseden buruk bagi kebebasan sipil di Indonesia,” kata Syahrul Majid.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan resmi yang dibacakan di hadapan peserta aksi dan perwakilan DPRD. Tuntutan tersebut mencakup desakan pengusutan tuntas kasus, perlindungan terhadap aktivis, serta jaminan kebebasan berpendapat.
Pihak DPRD Kabupaten Malang akhirnya menemui massa untuk menerima aspirasi. Ketua DPRD Darmadi bersama sejumlah anggota lintas fraksi hadir langsung, di antaranya Tantri Bararoh, Zulham A. Mubarok, Ali Murtadlo, Arus Agung, dan Ali Ukasya Murtadho.
Baca Juga: PC PMII Ngawi: Penyiraman Aktivis HAM Bentuk Teror yang Cederai Demokrasi
Aksi berjalan dengan pengawalan hingga selesai, meski sempat diwarnai ketegangan antara massa dan aparat. Demonstrasi ini menjadi pengingat bahwa isu kekerasan terhadap aktivis masih menjadi perhatian serius publik, khususnya dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat di Indonesia. (Dani)

























