Blitar, serayunusantara.com — Di tengah dominasi media sosial, poster sebagai media visual cetak tetap mempertahankan relevansi dan efektivitasnya dalam menyebarkan informasi di Blitar.
Dengan desain yang ringkas, warna yang mencolok, dan penempatan strategis, poster mampu menarik perhatian publik secara cepat dan menjadi alat komunikasi massal yang tidak memerlukan akses internet.
Poster sering digunakan untuk mengumumkan acara kampus, kampanye sosial, promosi produk UMKM, hingga imbauan kesehatan dari pemerintah daerah.
Keunggulan utama poster terletak pada sifatnya yang statis dan dapat dilihat berulang kali di lokasi publik, seperti di papan pengumuman, dinding strategis, atau pusat keramaian.
Seorang desainer komunikasi visual di Blitar, Dian Pratiwi (25), menjelaskan pentingnya desain yang kuat.
Baca Juga: Bolpoin dan Pensil: Dua Alat Tulis Klasik yang Tetap Tak Tergantikan
Menurutnya, Dalam hitungan detik, poster harus mampu menyampaikan pesan inti. Warna, layout, dan tipografi harus selaras.
“Poster yang efektif bukan hanya sekadar tempelan, tapi karya seni yang mampu mengubah perilaku atau memberikan informasi krusial, terutama bagi masyarakat yang kurang melek digital,” ujar Dian.
Efektivitas poster membuktikan bahwa dalam strategi komunikasi, media tradisional yang dirancang dengan baik masih menjadi komponen penting yang bekerja sinergis dengan media digital, memastikan pesan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata. (Fis/Serayu)













