Blitar, serayunusantara.com – Sebanyak 200 pengayuh becak di Kabupaten Blitar menjalani pelatihan khusus pengoperasian unit becak listrik di Pendopo Sasana Adi Praja (SAP), Kanigoro, Selasa (3/3/2026).
Inisiatif ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memodernisasi transportasi tradisional sekaligus meringankan beban fisik para pekerja sektor informal.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar dari Fraksi Gerindra, Ratna Dewi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tahapan penting sebelum unit diserahterimakan secara resmi.
Menurutnya, inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan harian para pengayuh becak karena efisiensi tenaga dan daya tarik unit yang lebih modern.
“Setelah hari ini kita latih cara mengoperasikannya, rencananya pada 7 Maret 2026 mendatang akan dilakukan penyerahan secara simbolis bersama Bupati Blitar, Rijanto,” ungkap Ratna saat ditemui di sela-sela kegiatan pelatihan.
Baca Juga: Racik Bubuk Petasan Hasil Belajar Mandiri, Pemuda di Srengat Blitar Berujung di Jeruji Besi
Satu hal yang menarik perhatian adalah sumber pendanaan bantuan ini. Ratna menegaskan bahwa pengadaan ratusan unit becak listrik tersebut sama sekali tidak menyentuh anggaran negara.
Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen personal Prabowo Subianto dalam memberdayakan ekonomi rakyat kecil.
“Bantuan becak listrik ini tidak menggunakan anggaran APBN, melainkan murni dari dana pribadi Pak Prabowo,” tambah Ratna.
Semetara, penyaluran ini dijalankan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Perwakilan GSN, Dimas Ramadhansyah, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada spesifikasi unit tahun ini.
Hal tersebut berimbas pada kenaikan harga per unit yang kini mencapai Rp22 juta, jauh melampaui harga versi sebelumnya yang berada di kisaran Rp15 juta.
“Ada peningkatan kualitas teknologi pada unit terbaru ini. Target kami, sebanyak 75.000 unit becak listrik akan tersebar di seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah Jawa Timur, kami mengalokasikan sebanyak 25.001 unit,” papar Dimas.
Tambahnya, program ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam mempercepat transisi energi hijau di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Racik Bubuk Petasan Hasil Belajar Mandiri, Pemuda di Srengat Blitar Berujung di Jeruji Besi
Dengan beralih dari becak kayuh ke listrik, diharapkan beban fisik pengayuh yang mayoritas sudah lanjut usia dapat berkurang drastis, sembari tetap menjaga kelestarian lingkungan tanpa polusi suara maupun udara.
“Kami ingin para abang becak tidak lagi kelelahan di jalan. Teknologi ini hadir untuk memuliakan mereka, agar hasil yang dibawa pulang ke rumah bisa lebih maksimal tanpa harus menguras tenaga fisik secara berlebihan,” pungkas Dimas. (Jun)


















