Blitar, serayunusantara.com — Jaket jeans atau denim merupakan salah satu fashion item yang tidak pernah lekang oleh waktu.
Namun, banyak pemilik jaket jeans yang mengeluhkan warna pakaian mereka yang cepat memudar atau tekstur kain yang menjadi kaku setelah dicuci.
Memasuki tahun 2026, tren slow fashion mengajak masyarakat untuk lebih peduli dalam merawat pakaian agar lebih awet, terutama untuk bahan denim yang memiliki karakteristik unik, Kamis (08/01/2026).
Kunci utama dalam merawat jaket jeans adalah meminimalisir proses pencucian. Berbeda dengan kaos, jaket jeans tidak perlu dicuci setiap kali habis dipakai.
Mencuci terlalu sering dapat merusak serat alami denim dan melunturkan indigo atau zat warna aslinya.
Jika terkena noda kecil, cukup bersihkan bagian yang kotor saja menggunakan sikat gigi dan sedikit detergen cair tanpa perlu merendam seluruh bagian jaket.
Eko (30), seorang kolektor denim dan pemilik usaha laundry spesialis, membagikan trik merawat jaket jeans kesayangannya.
Baca Juga: Tetap Keren dan Terawat: Tips Jitu Merawat Rambut Gondrong Ikal bagi Pria Agar Tidak Mengembang
Menurutnya, tips paling penting adalah jangan pernah mencuci jaket jeans dengan mesin cuci jika ingin bentuk dan warnanya terjaga. Cukup rendam sebentar dengan air dingin dan detergen yang lembut, lalu dikucek perlahan.
Ia menegaskan, saat menjemur pakaian, pastikan posisi jaket dibalik agar sinar matahari tidak langsung mengenai bagian luar yang bisa bikin pudar.
“Dan yang terpenting, jangan pernah pakai pemutih atau menyetrika dengan suhu yang terlalu panas karena bisa merusak elastisitas kainnya,” jelas Eko saat ditemui di bengkel perawatannya.
Dengan perawatan yang tepat, jaket jeans justru akan terlihat semakin bagus seiring bertambahnya usia, menciptakan efek fading yang unik bagi setiap pemakainya.
Kesabaran dalam merawat adalah kunci agar jaket jeans tetap menjadi andalan gaya harian dalam waktu yang sangat lama. (Fis/Serayu)












