Malang, serayunusantara.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota mengungkap dugaan peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang palsu dengan total nominal Rp94 juta.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Ia menyatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan hingga masa libur Lebaran 2026.
“Satreskrim berhasil mengungkap peredaran uang palsu senilai hampir Rp100 juta. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, periode Ramadan hingga Idulfitri identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan perputaran uang tunai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengedarkan uang yang diduga tidak sah.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Rakhmad Aji Prabowo, menambahkan bahwa hingga saat ini polisi telah mengamankan tiga orang tersangka. Sementara itu, satu orang lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran.
“Total uang palsu yang kami sita mencapai Rp94 juta dengan pecahan Rp100.000. Dugaan sementara, sebagian sudah sempat diedarkan. Modus operandi masih kami dalami karena pengungkapan baru dilakukan,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Malang Dampingi Menteri KKP Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pujiharjo
Penyidik, kata Aji, masih mengembangkan kasus tersebut guna memutus mata rantai peredaran uang palsu di wilayah Kota Malang dan sekitarnya.
Polresta Malang Kota juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memeriksa keaslian uang, terutama saat melakukan transaksi tunai dalam jumlah besar. Masyarakat disarankan memanfaatkan layanan resmi perbankan untuk penukaran uang menjelang Lebaran.
Kepolisian menyatakan akan meningkatkan patroli, pengawasan, serta edukasi kepada masyarakat guna mencegah peredaran uang palsu selama Ramadan dan Idulfitri, sehingga situasi tetap aman dan kondusif. (Dani/serayu)
























