Blitar, serayunusantara.com — Gelora literasi di Bumi Bung Karno kembali memuncak malam ini. Sejumlah komunitas literasi yang digerakkan oleh Lapak Baca Ceria menggelar agenda bertajuk “Kenang-Kenanglah Pram” di Kedai Kopi Kalpas.
Acara yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB ini bertujuan untuk merawat ingatan publik terhadap karya-karya sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer yang tetap relevan melintasi zaman, Kamis (12/02/2026).
Diskusi hangat ini akan menghadirkan dua pembicara yang mendalam di bidangnya.
Fahrizal Aziz didapuk untuk membedah sisi kemanusiaan dalam buku Bukan Pasar Malam, sementara Iiw Tualang akan mengajak peserta menelusuri realitas sosial dalam karya Gulat di Jakarta.
Jalannya perbincangan akan dipandu oleh Reyda Hafis, simpatisan Lapak Baca Ceria yang bertindak sebagai moderator.
Baca Juga: Membaca Tan Malaka Lewat Fiksi: Perayaan 9 Tahun Bincangtualang Warnai Sore di Perpus Bung Karno
Nanda Sania (23), seorang pecinta buku di Blitar, menyambut antusias kegiatan ini sebagai oase bagi para pemuda.
“Ilmu dari diskusi buku seperti ini seringkali lebih ‘daging’ daripada baca sendiri di rumah. Apalagi ada lapak buku dari Tualang Buku, bisa sekalian koleksi karya-karya bermutu,” ujarnya.
Selain menjadi ajang tukar pikiran, kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran lapak jual buku dari Tualang Buku bagi pengunjung yang ingin menambah koleksi bacaan berkualitas.
Agenda ini mendapatkan dukungan penuh dari Komunitas Lapak Baca Ceria sebagai bentuk komitmen mereka dalam menghidupkan ekosistem baca dan diskusi di ruang-ruang publik Blitar.
Melalui agenda “Kenang-Kenanglah Pram”, diharapkan semangat kritis dan kecintaan terhadap literasi semakin tumbuh di kalangan generasi muda Kota Blitar.
Kopi Kalpas malam ini diprediksi akan menjadi titik temu yang hangat bagi para pembaca yang merindukan narasi-narasi bermakna dari sang begawan sastra Indonesia. (Fis/Serayu)

























