Blitar, serayunusantara.com — Komitmen pelestarian seni tradisional terus menjadi prioritas di bawah kepemimpinan Bupati Blitar, Rijanto.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut secara aktif mendorong lahirnya generasi baru seniman, khususnya dalang muda, melalui wadah Kebun Seni Blitar.
Langkah ini merupakan inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten guna memastikan bahwa seni wayang kulit tetap lestari dan memiliki penerus di tengah gempuran budaya modern, Minggu (01/02/2026).
Kebun Seni Blitar hadir sebagai ruang kreatif bagi pemuda untuk belajar teknik mendalang, olah vokal, hingga pemahaman filosofi pewayangan secara mendalam.
Rijanto menilai bahwa bakat-bakat lokal di Blitar sangat besar, namun memerlukan ruang berekspresi serta pendampingan konsisten dari pemerintah dan praktisi agar bisa berkembang menjadi seniman profesional yang mampu menjaga marwah kebudayaan Jawa.
Baca Juga: Pimpin Percasi Kota Blitar: Mohammad Trijanto Terpilih Secara Aklamasi untuk Periode 2026-2030
Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya harus dipupuk sejak dini melalui kebijakan yang mendukung infrastruktur seni.
“Seni dalang bukan hanya soal memainkan boneka kayu atau kulit, tapi soal menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi karakter bangsa,” tutur Rijanto saat memantau kegiatan latihan di sela agenda kerjanya.
Program di Kebun Seni ini juga mengintegrasikan para mentor senior dengan para pemula dalam bentuk workshop rutin.
Sebagai kepala daerah, Bupati Rijanto juga mendorong agar pertunjukan seni tradisional lebih sering dilibatkan dalam agenda-agenda resmi pemerintahan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi para seniman muda tersebut.
Dengan dukungan penuh dari Bupati Rijanto dan wadah seperti Kebun Seni, Kabupaten Blitar optimis akan muncul wajah-wajah baru yang akan menghidupkan kembali panggung pewayangan di Jawa Timur. (Fis/Serayu)













