Magetan, serayunusantara.com – Suasana lereng Gunung Lawu dipenuhi antusiasme ribuan pesepeda gunung yang ambil bagian dalam Jambore MTB Indonesia seri keempat bertajuk MT. Lawu Series, Minggu (8/2/2026). Sebanyak 2.100 rider dari berbagai penjuru Tanah Air turut meramaikan ajang ini.
Event nasional tersebut semakin menegaskan posisi Kabupaten Magetan sebagai destinasi unggulan sport tourism di Jawa Timur. Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Mereka menaklukkan lintasan sejauh 25 kilometer yang menyajikan kombinasi trek turunan menantang dengan panorama alam Gunung Lawu.
Panitia jambore, Agus Supriyadi, menyampaikan bahwa Magetan memiliki karakter jalur yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Selain memacu adrenalin, lintasan MTB di wilayah ini juga terhubung langsung dengan kawasan wisata favorit.
“Setiap seri jambore selalu dipilih di daerah yang memiliki nilai wisata. Magetan punya jalur unik dan ikon Sarangan yang sudah dikenal luas. Kegiatan ini sekaligus menjadi media promosi daerah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Jambore MTB Indonesia telah digelar di sejumlah lokasi ikonik seperti Lautan Pasir Bromo, Kawah Ijen, dan Kota Wisata Batu. Magetan dipercaya menjadi tuan rumah seri keempat dengan karakter lintasan yang didominasi jalur menurun.
Baca Juga: Rakor Kemendagri di Magetan, Evaluasi Inflasi dan Daerah Didorong Inovatif Kendalikan Harga
Start dimulai dari kawasan Cemoro Sewu di kaki Gunung Lawu, tepat di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sekitar 80 persen rute merupakan trek turunan yang menguji adrenalin peserta. Jalur tersebut melewati Kampung Susu Singolangu, Telaga Sarangan, hingga berakhir di Kebun Refugia sebagai titik finis.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, yang secara langsung melepas peserta, mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya Magetan sebagai lokasi penyelenggaraan event berskala nasional tersebut.
“Kami bersyukur Magetan dipercaya menjadi tempat berkumpulnya pecinta MTB dari seluruh Indonesia. Ini menunjukkan Magetan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga siap menggelar event olahraga ekstrem,” ujarnya.
Ia juga mengajak para rider untuk turut mempromosikan wisata Magetan dengan membagikan pengalaman mereka selama menjajal jalur Lawu–Sarangan. (Ke/ha)







