Blitar, serayunusantara.com – Menjelang Hari Keagamaan, Besar dan Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru 2025, Satgas Ketahanan Pangan Kota Blitar melakukan pemantauan ketersediaan komoditas pangan di tiga titik strategis pada Senin (8/12/2025).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan stabil selama periode lonjakan permintaan.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Ketahanan Pangan yang juga Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh.
Rombongan turut didampingi Kapolres Blitar Kota, Dandim 0808/Blitar, serta Kepala Kejaksaan Negeri Blitar.
Tiga lokasi yang menjadi tujuan monitoring yaitu Penggilingan Padi milik Bapak Roni di Kelurahan Gedog, Penggilingan Padi Bapak Hardjito di Kelurahan Klampok, dan Gudang Telur Sidodadi.
Baca Juga: PSBI Blitar Gelar Latihan Finishing dan Sesi Foto Tim di Stadion Gelora Panataran
Ketiga titik tersebut dipilih sebagai representasi komoditas beras dan telur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Kota Blitar.
Sekda Kota Blitar, Priyo Suhartono, menegaskan bahwa pemerintah kota ingin memastikan tidak ada gangguan distribusi maupun indikasi penimbunan.
“Menjelang Nataru biasanya terjadi kenaikan permintaan yang cukup signifikan. Karena itu kami turun langsung untuk mengantisipasi gejolak harga. Dari hasil sementara, stok beras maupun telur masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Satgas juga akan melakukan pengecekan berkala hingga masa libur Nataru berakhir.
“Pengawasan tidak berhenti di sini. Kami akan terus memastikan para pelaku usaha menjaga stabilitas dan tidak memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” kata Priyo.
Baca Juga: PC GP Ansor Kabupaten Blitar 2025–2029 Dilantik, Ini Pesan Penting yang Disampaikan
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, menjelaskan bahwa pihaknya mencermati secara detail ketersediaan stok serta kondisi rantai pasok.
“Di dua penggilingan padi, produksi masih berjalan normal dan pasokan gabah aman. Untuk komoditas telur di Sidodadi, stok juga stabil dan tidak ada indikasi kelangkaan,” terang Dewi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kami bersama Satgas akan memperkuat koordinasi, termasuk dengan petani, pelaku usaha, hingga distributor. Tujuannya agar harga tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani menjelang perayaan Nataru,” tambahnya.
Terakhir, pemantauan ini diharapkan mampu memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah terus hadir menjaga ketersediaan pangan, terutama pada periode-periode rawan kenaikan harga. (Jun/ha)












