Blitar, serayunusantara.com — Langkah nyata untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan non-formal mulai direalisasikan di Kabupaten Blitar.
Proyek pembangunan “Sekolah Rakyat” telah resmi dimulai, menandai babak baru dalam upaya pemerintah daerah memberikan akses keterampilan gratis bagi warga kurang mampu.
Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memutus mata rantai kemiskinan dengan membekali masyarakat keahlian praktis yang siap kerja, Senin (19/01/2026).
Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menjadi pusat pelatihan berbagai bidang, mulai dari pertanian modern, pertukangan, hingga literasi digital dan kewirausahaan.
Berbeda dengan sekolah formal, kurikulum di sini disusun lebih fleksibel dan mengutamakan praktik lapangan.
Pemerintah daerah meyakini bahwa dengan memberikan keterampilan teknis kepada kepala keluarga maupun pemuda putus sekolah, angka pengangguran di pelosok desa dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga: Penuh Kehangatan, Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hadiri Acara Pisah Pamit Kapolres Blitar
Mulyono (53), salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap proyek ini.
“Kalau warga punya keahlian, saya yakin ekonomi desa akan bangkit dengan sendirinya tanpa harus bergantung pada bantuan terus-menerus,” ujarnya penuh harap.
Pihak pemerintah berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang memadai serta instruktur yang kompeten di bidangnya.
Selain pembangunan fisik, koordinasi dengan sektor industri juga tengah dijajaki agar para lulusan Sekolah Rakyat nantinya bisa langsung terserap di dunia kerja atau mampu membuka lapangan usaha mandiri.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini menjadi simbol investasi sosial yang besar bagi masa depan Blitar.
Dengan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga pra-sejahtera. (Fis/Serayu)







