Blitar, serayunusantara.com — Gelombang warga memadati kawasan Sukhoi, Kota Blitar, demi mendapatkan bahan pokok dengan harga miring dalam agenda Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah daerah, Jumat (13/02/2026).
Tingginya animo masyarakat membuat persediaan sembako mulai dari beras hingga telur ludes terjual hanya dalam waktu kurang dari satu jam sejak kegiatan dimulai.
Langkah ini diambil Pemerintah Kota Blitar sebagai strategi intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan yang cenderung merangkak naik menjelang bulan suci Ramadan.
Dengan memangkas rantai distribusi, masyarakat bisa menikmati harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasar tradisional maupun toko kelontong.
Nanang (52), salah seorang warga yang ikut mengantre, merasa sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini di tengah situasi ekonomi yang menantang.
“Selisih harganya lumayan terasa untuk belanjaan dapur, apalagi mau puasa kebutuhan pasti naik. Semoga kegiatan ini terus ada secara merata di titik lain agar semua warga kebagian,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Harga Cabai Mulai ‘Pedas’ di Blitar: Kado Pahit Bagi Emak-emak Menjelang Ramadan 1447 H
Sekretaris Daerah Kota Blitar, Priyo Suhartono, menegaskan bahwa GPM merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Selain beras sebanyak satu ton yang langsung diserbu, pemerintah juga mendistribusikan 240 liter minyak goreng, 100 kilogram telur ayam, serta 100 kilogram gula pasir dengan harga yang dipatok di bawah standar pasar.
Sebagai gambaran, beras kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp58.000, sementara telur ayam dibanderol Rp26.500 per kilogram. Adapun minyak goreng dan gula pasir masing-masing dilepas dengan harga Rp15.000 dan Rp7.000 per kilogram.
Sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi motor penggerak utama dalam menjaga kelancaran distribusi ini.
Melalui keberhasilan GPM di kawasan Sukhoi ini, Pemkot Blitar berharap dapat menekan angka inflasi daerah sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pemerintah mengimbau warga untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong secara berlebihan agar subsidi semacam ini dapat diterima masyarakat luas. (Fis/Serayu)

























