Mojokerto, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto bergerak sigap menangani banjir yang merendam Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Bupati Mojokerto Muhammad Albarra turun langsung ke lokasi terdampak guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Banjir genangan terjadi pada Sabtu (10/1) dini hari setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam. Curah hujan berkepanjangan memicu meluapnya Anak Sungai Lamong hingga air memasuki permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB.
Sedikitnya 13 rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai 15–30 sentimeter. Selain itu, genangan setinggi 40–50 sentimeter merendam jalan desa serta sekitar 2,5 hektare lahan persawahan.
Menindaklanjuti laporan kejadian, BPBD Kabupaten Mojokerto segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta menyiagakan peralatan penanganan banjir.
Pada Minggu (11/1) siang, Bupati Muhammad Albarra meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Dusun Balong. Peninjauan tersebut didampingi Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Dawarblandong, perwakilan DPMD, Kepala Puskesmas, serta Kepala Desa Banyulegi.
“BPBD sudah sigap, peralatan seperti mobil pompa, genset, dan sarana penyedot air telah disiapkan,” ujar Bupati di sela-sela peninjauan.
Baca Juga: Perkuat Konektivitas dan Layanan Publik, Bupati Mojokerto Resmikan Lima Jembatan Baru
Dalam kesempatan itu, Bupati Albarra juga menyalurkan bantuan berupa 20 paket sembako, 20 paket lauk pauk, 20 paket dignity kits, serta 20 boks paket kebersihan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Selain fokus pada penanganan banjir dan bantuan logistik, Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini turut memastikan kesiapan layanan kesehatan. Puskesmas setempat telah disiagakan dengan perlengkapan medis untuk melayani warga pascabanjir.
“Puskesmas sudah siap dengan peralatan kesehatan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak banjir,” jelasnya.
Hingga siang hari, kondisi banjir berangsur surut. Meski demikian, BPBD Kabupaten Mojokerto tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan akibat hujan di wilayah hulu Sungai Lamong.
Bupati Albarra juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret mendatang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk selalu siaga terhadap potensi bencana seperti banjir, hujan lebat, maupun puting beliung,” tegasnya.
Baca Juga: Bagaimana Nasib Siltap Aparatur Desa di Mojokerto Tahun 2026?
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan sebagai upaya mengurangi risiko banjir.
“Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya agar dampak banjir dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Ke/ha)







