Blitar, serayunusantara.com — Langkah sigap diambil Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Sosial untuk mengasah ketajaman aksi kemanusiaan di wilayahnya.
Bertempat di Aula Dinas Sosial, sebanyak 27 personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) mengikuti agenda pembinaan intensif.
Guna memastikan kesiapsiagaan mereka tetap berada pada level tertinggi dalam menghadapi potensi bencana alam maupun kedaruratan sosial, Rabu (11/02/2026).
Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dirancang bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai upaya strategis meningkatkan profesionalisme relawan di lapangan.
Fokus utamanya adalah menyelaraskan koordinasi serta memperkuat mentalitas anggota dalam menjalankan misi perlindungan sosial, terutama saat terjadi situasi kritis yang membutuhkan respon cepat dan tepat.
Rahmat (48), seorang warga yang sering terlibat dalam kegiatan bakti sosial di Blitar, mengapresiasi keberadaan relawan ini.
“Tagana itu tulang punggung kalau ada apa-apa di lapangan. Pesan dari saya untuk para relawan, selain fisik yang kuat, penguasaan wilayah itu penting,” ujarnya mengenai pentingnya peran relawan lokal.
Baca Juga: Ratusan Massa GPI Geruduk PN Blitar, Tuding Putusan Perdata Cacat Hukum & Rekayasa
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Yudha Budiono, memimpin langsung jalannya pembinaan ini. Ia menegaskan bahwa keberadaan TAGANA merupakan garda terdepan dalam sistem perlindungan sosial daerah.
Pembinaan berkelanjutan ini menjadi kunci agar para relawan tidak gagap saat menghadapi perubahan kondisi cuaca atau dinamika masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat Bumi Bung Karno.
Melalui penguatan kapasitas ini, Pemkot Blitar berharap para relawan dapat menjadi mitra strategis yang profesional dalam menanggulangi dampak bencana.
Komitmen ini sekaligus menjadi jaminan bagi warga bahwa pemerintah terus berupaya menyediakan sistem pengamanan sosial yang andal melalui tangan-tangan terampil para personel TAGANA yang terlatih. (Fis/Serayu)







