Sosis, Camilan Abadi yang Tetap Jadi Favorit Lintas Generasi di Tengah Gempuran Kuliner Baru

Blitar, serayunusantara.com — Di tengah hiruk pikuk tren kuliner yang silih berganti, sosis membuktikan dirinya sebagai makanan olahan yang tidak pernah hilang dimakan waktu.

Dari bentuk rebusan, bakar, hingga campuran dalam masakan, sosis tetap menjadi camilan dan lauk pendamping yang dicintai oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Popularitas sosis terletak pada kepraktisan penyajiannya dan rasanya yang gurih, yang mudah dipadukan dengan berbagai saus dan bumbu.

Di pasar Blitar, sosis mudah ditemukan dalam berbagai varian—sosis ayam, sapi, hingga sosis jumbo yang sering disajikan sebagai jajanan kaki lima yang dibakar (sosis bakar).

Seorang ahli kuliner dan pengamat tren makanan, Dr. Fitria Hasan, S.Gz., menyatakan bahwa daya tahan sosis ini didorong oleh dua faktor utama: nilai nostalgia dan fleksibilitas.

Baca Juga: Fenomena Seblak Prasmanan di Blitar: Kuliner Kekinian yang Ramai Diburu Kaum Muda

“Sosis selalu hadir di pesta ulang tahun anak, di bekal sekolah, hingga sebagai menu sarapan cepat. Ini menciptakan ikatan emosional. Selain itu, sosis bisa diolah menjadi pizza, hot dog, sup, atau sekadar digoreng, membuatnya sangat fleksibel,” jelasnya.

Meskipun kerap muncul isu kesehatan terkait makanan olahan, industri sosis terus berinovasi dengan menawarkan pilihan yang lebih sehat, seperti sosis rendah lemak atau sosis dengan kadar natrium yang lebih rendah.

Hal ini menjamin sosis tetap relevan di tengah masyarakat yang semakin sadar akan gizi. Sosis, dengan segala kesederhanaannya, terus menjadi camilan andalan yang menembus batas waktu dan tren. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *