Tanaman Bonsai yang Punya Filosofi Tersendiri bagi Pemiliknya

Blitar, serayunusantara.com  Bagi sebagian masyarakat, bonsai bukan sekadar tanaman mini yang artistik, tetapi simbol perjalanan yang terus bergerak meski perlahan. Tiap lekuk batang dan ranting yang terbentuk diyakini membawa cerita panjang dari proses perawatan yang telaten.

“Bonsai itu seperti kita yang sedang berproses,” ujar Riko, warga yang merawat bonsai sejak lima tahun lalu.

Masyarakat memandang bonsai sebagai wujud perjalanan hidup yang tidak bisa dikejar dengan tergesa-gesa. Setiap pemangkasan dianggap sama seperti merapikan langkah-langkah yang tidak lagi diperlukan dalam hidup. Riko menambahkan bahwa perawatan bonsai membuatnya lebih peka terhadap waktu yang berjalan pelan namun pasti.

Dalam pandangan banyak penghobi, ada kedekatan emosional yang tumbuh dari rutinitas sederhana seperti menyiram, membentuk, dan menata akar. Proses itu seakan mengajarkan manusia untuk lebih lembut dalam memperlakukan diri sendiri.

“Saat membentuk bonsai, saya seperti diajarkan untuk lebih sabar pada hidup,” ujar Lina, ibu rumah tangga yang merawat bonsai di halaman kecil rumahnya.

Baca Juga: Keindahan Bunga Anggrek: Pesona Flora Eksotis yang Memikat Pecinta Tanaman Hias

Bonsai juga menjadi simbol bahwa perjalanan tidak selalu tentang perubahan besar, tetapi tentang konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari. Masyarakat yang merawatnya merasa terhubung dengan proses pertumbuhan yang diam-diam terjadi.

Lina mengatakan bahwa melihat tunas kecil muncul membuatnya merasa perjalanan hidup pun selalu punya harapan baru.

Bagi sebagian orang, bonsai bahkan menjadi pengingat hubungan manusia dengan waktu yang panjang. Beberapa bonsai diwariskan antargenerasi, menciptakan cerita yang tidak berhenti pada satu pemilik saja. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed