Blitar, serayunusantara.com – Kegiatan menonton televisi kini semakin ditinggalkan, terutama oleh generasi muda yang merasa tayangan TV terlalu terbatas. Mereka lebih memilih menikmati konten yang bisa dipilih sendiri, kapan saja dan di mana saja. Perubahan ini terasa jelas di banyak rumah, di mana TV hanya menyala saat acara tertentu saja.
Menurut Rina, seorang ibu rumah tangga, “Anak-anak sekarang jarang sekali duduk di depan TV. Mereka lebih suka menonton di ponsel sambil santai di kamar.” Ucapan ini menggambarkan bagaimana televisi tak lagi menjadi pusat hiburan keluarga seperti dulu.
Di mata masyarakat, fleksibilitas menjadi alasan utama pergeseran ini. Platform daring menawarkan kebebasan: film, serial, berita, hingga hiburan ringan, semuanya bisa diakses tanpa harus menunggu jam tayang. Televisi yang dahulu menjadi teman setia saat makan malam kini tak selalu mendapat perhatian.
Baca Juga: Berburu Fashion Murah dan Unik: Blitar Thrift Festival Ramaikan Gedung Aryo Selama Sepekan
Meski demikian, beberapa orang masih mempertahankan kebiasaan menonton televisi untuk merasakan suasana nostalgia. Mereka menikmati momen duduk bersama keluarga, menonton acara favorit yang sudah akrab sejak lama. Namun jumlahnya semakin mengecil seiring teknologi berkembang.
Perubahan gaya hidup ini menunjukkan bahwa pola konsumsi hiburan ikut berubah mengikuti zaman. Televisi mungkin tidak benar-benar hilang, tetapi perannya tak lagi sebesar dulu, tergeser oleh kebutuhan masyarakat akan hiburan yang lebih cepat, bebas, dan personal. (Ke/ha)







