Tembakau Kopi Fest 2023 Jadi Ajang Promosi Komoditas Perkebunan di Kabupaten Blitar

Kabid Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar Lukas Suprayitno saya menyampaikan sambutan dalam Tembakau Kopi Fest 2023 di Playground, barat Kantor Pemkab Blitar. (Foto: Serayu Nusantara)

Blitar, serayunusantara.com – Kabupaten Blitar menggelar kegiatan yang patut untuk diikuti dan dimeriahkan. Kegiatan itu ialah Tembakau Kopi Fest 2023 yang bertajuk ‘Blitar Heritage’.

Kegiatan itu digelar selama 3 hari, mulai 3 sampai 5 November 2023, bertempat di playground barat Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

Ketua Pelaksana Kegiatan Tembakau Kopi Fest 2023, Lukas Suprayitno mengatakan, kegiatan itu bisa menjadi sarana promosi komoditas perkebunan di Kabupaten Blitar, terkhusus dua produk, yakni tembakau dan kopi.

“Ini digelar selama tiga hari, 3-5 November 2023,” kata pria yang juga menjadi Kepala Bidang (Kabid) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar (DKPP) Kabupaten Blitar ini.

Para pegiat kopi dan tembakau di Kabupaten Blitar berkumpul selama tiga hari. Mereka saling mempromosikan produknya kepada pengunjung yang berdatangan.

Selain itu juga digelar perlombaan selama berlangsungnya Tembakau Kopi Fest 2023. Ada lomba meracik tembakau, melinting tembakau, roasting clinic kopi, serta lomba seduh kopi.

Terdapat pula stand-stand yang berjajar dengan keragaman komoditas. Selain itu juga tersedia minuman kopi yang bisa dibeli oleh masyarakat yang berkunjung.

Baca Juga: Kepala DKPP Kabupaten Blitar: Pemuda Harus Bangga Jadi Petani

Lukas menyampaikan, agar mudah dalam dipromosikan, komoditas perkebunan itu telah dijaga kualitasnya. DKPP telah menyiapkan penyediaan benih bersertifikat guna menjaga kualitas tembakau di Bumi Penataran.

“Ini juga kita lakukan pendampingan terhadap petani tembakau. Kita lakukan pelatihan pembenihan dan persemaian tembakau,” ujarnya.

Tidak hanya itu, petani tembakau di Kabupaten Blitar juga mendapatkan alat budidaya mulai sebelum panen dan pasca panen.

Potensi Kopi di Kabupaten Blitar

Lukas menambahkan, untuk potensi kopi Bumi Penataran, ada sekitar 2500 hektare lahan yang ditanami kopi, dengan tiga jenis kopi: robusta, arabica, dan exelsa.

“Akan tetapi dengan kondisi geografisnya, Kabupaten Blitar ini lebih banyak ditemukan kopi dengan jenis robusta,” ujarnya.

Wilayah di Kabupaten Blitar yang banyak ditanami kopi berada di 7 kecamatan, antara lain: Kecamatan Selorejo, Doko, Kesamben, Wlingi, Gandusari, Garum dan Nglegok. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *