Blitar, serayunusantara.com — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan, sebuah teknik sederhana bernama grounding atau earthing kini kembali populer sebagai salah satu cara menjaga kesehatan mental.
Teknik ini dilakukan dengan cara melepas alas kaki dan membiarkan kulit kaki bersentuhan langsung dengan permukaan bumi, seperti tanah, rumput, atau pasir.
Aktivitas ini diyakini mampu menyeimbangkan energi listrik dalam tubuh dan memberikan efek relaksasi yang mendalam bagi mereka yang sedang berjuang melawan kecemasan, Rabu (07/01/2026).
Secara ilmiah, bumi memiliki muatan listrik negatif alami. Saat kita bersentuhan langsung dengan tanah, elektron dari bumi masuk ke dalam tubuh dan membantu menetralkan radikal bebas serta menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres).
Bagi para penyintas gangguan kecemasan atau depresi ringan, aktivitas berjalan tanpa alas kaki selama 15 hingga 30 menit setiap pagi dipercaya dapat memberikan rasa “tenang” dan membantu pikiran menjadi lebih fokus serta hadir di saat ini (mindfulness).
Aris (31), seorang warga yang mulai rutin mempraktikkan grounding di taman kota, mengaku merasakan perubahan signifikan pada pola tidurnya.
Baca Juga: Boys Crisis: Krisis Kesehatan Mental Laki-Laki yang Terlalu Lama Disembunyikan
Ia mengaku, dulu dirinya sering mengalami serangan panik dan susah tidur karena pikiran yang terlalu berisik. Setelah rutin jalan tanpa alas kaki di rumput atau tanah setiap pagi sekitar 20 menit, rasanya tubuh lebih stabil.
“Ada perasaan tenang yang sulit dijelaskan, seperti beban di kepala berkurang. Ini cara yang murah dan mudah untuk menenangkan mental tanpa harus selalu bergantung pada alat elektronik,” ungkap Aris saat ditemui di sela aktivitas paginya.
Meskipun grounding memiliki banyak manfaat sebagai terapi pendukung, para ahli tetap menyarankan agar penderita gangguan mental berat tetap melakukan konsultasi profesional.
Aktivitas ini diharapkan menjadi pelengkap gaya hidup sehat yang mendekatkan manusia kembali dengan alam demi keseimbangan jiwa dan raga di masa depan. (Fis/Serayu)












