Blitar, serayunusantara.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar memberikan pernyataan resmi terkait ancaman virus Super Flu yang tengah menjadi sorotan di berbagai daerah.
Hingga saat ini, Dinkes memastikan belum ditemukan adanya kasus atau laporan warga yang terjangkit varian flu tersebut di wilayah Blitar.
Meski demikian, otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak lengah karena nihilnya temuan bukan berarti risiko penularan sudah hilang sepenuhnya, Sabtu (17/01/2026).
Pihak Dinkes terus memantau perkembangan penyebaran virus ini melalui puskesmas dan rumah sakit di seluruh pelosok kota.
Pengawasan ketat dilakukan terhadap pasien yang datang dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berat atau tidak biasa.
Masyarakat diminta untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika mengalami gejala demam tinggi yang disertai sesak napas, guna mengantisipasi deteksi dini kemungkinan masuknya virus tersebut.
Dr. Ratna (45), seorang tenaga medis yang bertugas di bagian surveilans kesehatan, menjelaskan pentingnya menjaga protokol kesehatan meskipun situasi saat ini masih terkendali.
Menurutnya, status nol kasus di Blitar jangan membuat kita abai. Virus flu sangat cepat bermutasi dan menular lewat udara.
Tips darinya, kembali budayakan cuci tangan dan gunakan masker di tempat kerumunan. Selain itu, menjaga imunitas dengan makan bergizi dan istirahat cukup adalah pertahanan paling ampuh.
“Kami tetap melakukan monitoring ketat karena pergerakan orang antarkota sangat tinggi, sehingga potensi virus masuk tetap ada,” jelasnya saat ditemui di kantornya.
Dinkes Kota Blitar juga berencana meningkatkan koordinasi lintas sektoral untuk memperkuat pintu-pintu masuk wilayah dan memberikan edukasi berkelanjutan kepada warga.
Upaya preventif dan pola hidup bersih sehat (PHBS) tetap menjadi kunci utama agar Kota Blitar tetap aman dari ancaman wabah penyakit menular baru.
Masyarakat pun diharapkan tetap tenang namun selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait langkah-langkah penanganan kesehatan terkini. (Fis/Serayu)













