Surabaya, serayunusantara.com – Selain melakukan ziarah ke makam kerabat terdekat, masyarakat Muslim di berbagai daerah kini mulai memadati makam para wali sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadhan. Fenomena ini terlihat jelas di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya, di mana ribuan peziarah datang silih berganti sejak Sabtu subuh (14/2/2026).
Aktivitas ziarah ini menjadi momentum spiritual bagi warga untuk mendoakan leluhur sekaligus mengambil hikmah dari perjuangan para tokoh agama. Suasana khidmat menyelimuti area pemakaman saat jemaah yang datang dari berbagai kota melantunkan tahlil dan doa secara berkelompok maupun individu.
Zainul Abidin, seorang peziarah asal Sidoarjo, menjelaskan bahwa kunjungannya ke makam salah satu anggota Wali Songo ini merupakan agenda rutin setelah berziarah ke keluarga. Baginya, momen ini adalah bentuk penghormatan kepada para penyebar agama Islam.
“Selain berziarah ke makam kerabat terdekat, saya juga menyempatkan diri untuk ziarah ke makam para aulia’ seperti Sunan Ampel ini. Tujuannya adalah untuk tabarukan atau mencari berkah sebelum memasuki bulan puasa,” ujar Zainul saat ditemui di lokasi.
Hal senada juga disampaikan oleh Siti Mahmudah. Ia memandang ziarah menjelang bulan suci sebagai sarana untuk memperkuat kesiapan batin dengan mengingat kembali keteladanan para wali.
“Ziarah ini bukan sekadar tradisi rutin, tapi juga cara kami menyerapi keteladanan para aulia’, khususnya yang ada di tanah Jawa. Ini membantu kami lebih siap secara spiritual menghadapi Ramadhan,” tutur Siti. (Fin/Fis)
























