7 Hari Hilang Diterjang Gelombang Besar Pantai Serang Blitar, SAR Hentikan Pencarian Jasad Pemancing

Blitar, serayunusantara.com – Pencarian terhadap seorang pemancing yang hilang setelah diterjang gelombang besar di pantai selatan resmi dihentikan pada hari ketujuh, Senin (9/3/2026). Hingga hari terakhir operasi, korban bernama Fajar Tri Pangestu (25) belum ditemukan.

Fajar merupakan warga Desa Selopuro, RT 02 RW 01. Ia dilaporkan hilang saat memancing bersama empat rekannya pada Selasa pekan lalu.

Berdasarkan keterangan keluarga, rombongan berangkat dari rumah sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba di lokasi memancing sekitar pukul 15.00 WIB di Pantai Serang Blitar Selatan. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Menurut penuturan keluarga korban, saat itu mereka baru saja tiba di lokasi dan masih menata perlengkapan memancing. Tiba-tiba gelombang besar datang dari arah selatan dan menghantam area tebing tempat mereka berada.

“Awalnya gelombang terlihat kecil saat korban duduk di lokasi. Namun tiba-tiba datang gelombang besar. Korban sempat berusaha lari, tetapi terkena hantaman gelombang hingga terbentur dan terseret,” ujar salah satu narasumber keluarga di lokasi pencarian Pantai Serang, Senin, 9 Maret 2026.

Baca Juga: Bupati Jember Bersama Tim PU dan BPBD Jatim Turun Cek Infrastruktur Rusak dan Cek Korban Banjir

Dalam kejadian tersebut, satu orang sempat terjatuh dan dua rekannya berusaha menolong. Namun upaya penyelamatan tidak berhasil karena kondisi gelombang sangat tinggi disertai angin kencang.

Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari sejak korban dilaporkan hilang. Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi, mengatakan pencarian pada hari terakhir tetap dilakukan dengan menyisir sepanjang bibir pantai.

“Untuk pencarian hari ini kami tetap melakukan penyisiran. Namun kami tidak bisa menggunakan alat utama karena gelombang masih tinggi. Pencarian dimaksimalkan dari bibir pantai dan area tebing hingga Bukit Indah, Peh Pulo, dan Pulau Penyu,” kata Imam.

Sekitar 35 hingga 40 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Hingga pukul 14.50 WIB, hasil pencarian masih nihil.

Imam menjelaskan, meski operasi SAR resmi ditutup, koordinasi dengan nelayan dan masyarakat sekitar tetap dilakukan. Jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat kembali dibuka.

“Untuk pencarian sementara ditutup. Namun jejaring komunikasi dengan nelayan dan pemancing tetap berjalan. Jika ada informasi korban ditemukan, tim SAR gabungan siap membuka kembali operasi SAR,” jelasnya.

Baca Juga: IWD 2026: Women March Blitar Gelar Journaling Kolektif, Bedah Ulang Politik Perempuan di Indonesia

Ia menambahkan, proses pencarian selama ini menghadapi sejumlah kendala, terutama gelombang tinggi serta kondisi tebing yang curam dan licin sehingga berisiko bagi tim penyelamat.

Imam juga mengimbau para penggemar memancing di kawasan pantai selatan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan.

“Minimal memeriksa perkiraan cuaca dari BMKG, bertanya kepada nelayan setempat mengenai kondisi laut, tidak memancing sendirian, serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan tali pengaman,” pungkasnya. (jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *