Kediri, serayunusantara.com — Sebuah insiden memilukan terjadi di wilayah hukum Polres Kediri, di mana seorang pria tega melakukan aksi penusukan terhadap ibu kandungnya sendiri.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan nekat tersebut.
Berdasarkan keterangan awal dan perilaku pelaku saat diamankan, muncul dugaan kuat bahwa pria tersebut tengah mengalami gangguan jiwa atau depresi berat, Kamis (22/01/2026).
Petugas telah mengamankan lokasi kejadian dan membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka tusukan yang dideritanya.
Sementara itu, pelaku kini berada dalam pengawasan pihak kepolisian dan rencananya akan segera menjalani pemeriksaan kejiwaan secara medis di Rumah Sakit Bhayangkara.
Langkah ini diambil guna memastikan apakah proses hukum dapat dilanjutkan atau pelaku memerlukan penanganan medis khusus di RSJ.
Baca Juga: Mahasiswa di Kampus Kediri Ini Diberangkatkan KKN, Apa yang Bakal Diperankan?
Kusmanto (52), seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut.
Menurutnya, selama ini pelaku memang cenderung tertutup, tapi tidak ada yang menyangka akan bertindak sejauh itu kepada ibunya.
Tips darinya untuk warga lain, jika ada keluarga yang menunjukkan gejala perubahan perilaku yang tidak wajar atau sering bicara sendiri, jangan dibiarkan sendirian.
“Segera komunikasikan dengan perangkat desa atau petugas kesehatan agar bisa segera ditangani secara medis sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Kapolres Kediri melalui jajarannya menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dengan tetap mempertimbangkan aspek kesehatan mental pelaku.
Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan kerabat untuk mengetahui riwayat medis pelaku di masa lalu.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang perlunya kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan keluarga guna mencegah terjadinya tragedi serupa di masa mendatang. (Fis/Serayu)







