Jombang, serayunusantara.com – Personel Polsek Jombang mengamankan delapan remaja yang kedapatan menggelar pesta minuman keras di sebuah angkringan Desa Sengon dan kafe Desa Wersah, Kecamatan/Kabupaten Jombang, pada Minggu (15/2/2026) dini hari. Penindakan ini merupakan bagian dari operasi cipta kondisi menjelang Ramadan 2026.
Sebelumnya menerima laporan warga terkait aktivitas sekelompok remaja yang diduga mengonsumsi miras di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, polisi segera bergerak menuju tempat kejadian untuk melakukan pengecekan.
Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, mengatakan bahwa, langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban masyarakat, khususnya menjelang bulan suci. Ia menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan kamtibmas yang dipicu oleh peredaran maupun konsumsi minuman beralkohol.
“Saat tiba di lokasi, petugas mendapati sejumlah remaja tengah mengonsumsi miras. Delapan orang kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari lokasi, polisi menyita barang bukti berupa tiga botol arak serta satu botol minuman beralkohol merek Macdonald,” ujar AKP Edy.
AKP Edy mengungkapkan, para remaja tersebut rata-rata berusia sekitar 18 tahun, dan beberapa di antaranya masih berstatus pelajar. Mereka didata serta diberikan pembinaan. Selain itu, para pelanggar dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.
Kepolisian menyatakan akan terus menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama periode menjelang hingga berlangsungnya Ramadan. Upaya ini bertujuan menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Polisi juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas yang meresahkan, seperti pesta miras, penyalahgunaan narkoba, maupun balap liar.
Penertiban terhadap peredaran dan konsumsi minuman keras, lanjutnya, akan dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga ketenteraman selama Bulan Suci Ramadan. (rf)


















