Tuban, serayunusantara.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi terkait penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3).
Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menangani dampak bencana, sekaligus memastikan proses pemulihan infrastruktur serta pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Dalam arahannya, Wakil Presiden menegaskan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Ia juga meminta agar fasilitas umum yang terdampak, seperti sekolah dan tempat ibadah, segera difungsikan kembali sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, Wakil Presiden menyoroti kerusakan pada jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang terdampak banjir. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan, termasuk pembenahan sistem drainase di sekitar jalan tersebut.
Percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian. Wakil Presiden meminta agar proses pendataan segera diselesaikan agar bantuan dapat segera dicairkan dan masyarakat juga mendapat dukungan dalam proses pembersihan rumah.
Baca Juga: Khofifah Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Jawa Timur Tetap Aman
Ia turut mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pascabanjir, seperti diare, disentri, hepatitis, dan demam berdarah dengue (DBD), mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Mengacu pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wakil Presiden menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Maret. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan.
Untuk jangka panjang, ia menekankan perlunya penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban. Langkah tersebut antara lain melalui perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai secara rutin.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa beberapa program penanganan banjir memang membutuhkan dukungan anggaran dan pelaksanaan dalam skema jangka menengah.
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya di lapangan, termasuk normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir.
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra mengatakan pihaknya juga turut berkontribusi dalam penanganan dampak banjir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Bantuan tersebut meliputi dukungan penanganan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta bantuan penanganan kesehatan baik dalam bentuk finansial maupun non-finansial.
Baca Juga: BMKG Juanda Ingatkan Cuaca Ekstrem, Kabupaten Tuban Termasuk Wilayah Berisiko
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait, antara lain Al Muktabar, Rizki Kresno Edhie Hambali, Muhammad Supriyadi, Muhammad Noor, Javid Hurriyanto, serta Denny Kumara.


















