Blitar, serayunusantara.com — Pemerintah Kota Blitar secara resmi mendistribusikan armada truk untuk Koperasi Desa Merah Putih pada Rabu (25/3/2026) pukul 07.00 WIB di halaman KMP Bendo.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat posisi koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Dalam agenda tersebut, sebanyak 15 unit truk diserahkan dari total 21 unit yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Bantuan kendaraan operasional ini diharapkan mampu menunjang kelancaran distribusi barang, sekaligus memperluas jangkauan layanan koperasi kepada para anggotanya di tingkat desa.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa penguatan koperasi desa menjadi salah satu prioritas utama dalam membangun ekonomi berbasis masyarakat.
Kehadiran sarana distribusi yang memadai dinilai akan mendongkrak produktivitas serta daya saing koperasi di pasar yang lebih luas.
“Koperasi Desa Merah Putih memegang peran strategis dalam ekonomi pedesaan. Kami berharap dengan dukungan armada truk ini, distribusi barang semakin lancar sehingga kesejahteraan anggota koperasi pun ikut meningkat,” tutur Syauqul Muhibbin dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar, Juyanto, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan operasional masing-masing penerima. Selain memberikan bantuan fisik, dinas terkait juga akan melakukan pendampingan intensif.
“Hari ini kami distribusikan 15 unit truk untuk Koperasi Desa Merah Putih, sementara sisanya akan menyusul secara bertahap. Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar bantuan ini tepat guna dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Juyanto.
Penyerahan bantuan ini disambut baik oleh para pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Mereka mengapresiasi dukungan Pemkot Blitar yang dianggap krusial dalam meningkatkan kapasitas pelayanan koperasi kepada masyarakat desa.
Dengan adanya armada baru ini, Pemerintah Kota Blitar berharap Koperasi Desa Merah Putih semakin berkembang menjadi pilar ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. (Fis/Serayu)



















