Blitar, serayunusantara.com — RSUD Ngudi Waluyo Wlingi terus melakukan terobosan besar dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit kanker.
Melalui pengembangan unit layanan onkologi yang semakin komprehensif, rumah sakit pelat merah ini berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memerangi penyakit mematikan tersebut di wilayah Blitar Raya dan sekitarnya, Senin (30/03/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka penderita kanker di Indonesia, termasuk temuan kasus di Blitar yang masih tergolong signifikan.
Kondisi tersebut memicu kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan yang tidak hanya memadai secara fasilitas, tetapi juga terintegrasi dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa harus terkendala jarak.
Guna menjawab tantangan tersebut, saat ini RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah diperkuat oleh tiga sosok dokter subspesialis atau konsultan yang ahli di bidang onkologi.
Mereka adalah Bintoro Hartanto yang fokus sebagai konsultan bedah onkologi, Muhamad Yusuf Musthafa sebagai konsultan onkologi toraks, serta Hesti Purwanto yang mendalami bidang hemato onkologi.
Kehadiran jajaran tenaga medis subspesialis ini membawa angin segar bagi dunia medis di Blitar. Kini, pelayanan onkologi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi mampu mencakup spektrum yang luas, mulai dari tahap deteksi dini yang akurat, proses diagnosis yang mendalam, hingga tindakan penanganan yang spesifik sesuai dengan jenis kanker yang diderita oleh pasien.
Kabar baik lainnya, pihak rumah sakit saat ini tengah dalam proses intensif menyiapkan layanan kemoterapi sebagai bagian dari ekosistem penanganan kanker yang menyeluruh.
Keberadaan layanan kemoterapi ini nantinya diharapkan menjadi solusi praktis bagi warga Blitar Raya agar bisa mendapatkan terapi rutin secara maksimal tanpa perlu menempuh perjalanan jauh atau dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah.
Penguatan layanan ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Fokus utama dari pengembangan ini adalah memberikan harapan hidup yang lebih baik serta kepastian penanganan yang optimal bagi para pejuang kanker. (Fis/Serayu)


















