Blitar, serayunusantara.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Blitar melakukan langkah proaktif dengan menjalin kerja sama strategis bersama SMP Negeri 3 Blitar.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (14/4/2026) ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dini terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan.
Sinergi ini dipandang krusial mengingat usia remaja merupakan fase rentan yang memerlukan edukasi intensif mengenai bahaya zat adiktif.
Kepala SMPN 3 Blitar, Nur Hariadi Pudjias Tjahjono, memberikan apresiasi tinggi atas pendampingan yang diberikan oleh BNNK. Menurutnya, edukasi dari pihak berwenang memberikan perspektif yang lebih mendalam bagi para siswa dan tenaga pendidik.
“Kunjungan ini memberikan pengetahuan berharga bagi kami dalam membekali anak-anak. Dengan pemahaman yang tepat tentang bahaya narkotika, siswa akan memiliki tameng pribadi untuk berpikir dua kali sebelum mendekati hal-hal yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba,” ujar Nur Hariadi.
Baca Juga: Kemendikdasmen Perkuat Literasi dan Numerasi, Libatkan Mitra Global di 500 Sekolah Dasar
Ia menambahkan bahwa ke depan, SMPN 3 Blitar akan menjadikan BNNK sebagai mitra tetap dalam kegiatan kesiswaan, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan karakter dan pola hidup sehat tanpa narkoba.
Kepala BNNK Blitar, AKBP Wahjudi Santoso, S.E., menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh sekolah-sekolah yang memiliki inisiatif menciptakan lingkungan “Bersinar” (Bersih Narkoba). Ia menilai intervensi di jenjang SMP sangat menentukan masa depan generasi emas Indonesia.
“Kami siap mendukung penuh program sekolah. Pencegahan sejak dini di jenjang SMP merupakan investasi besar. Kami ingin memastikan lingkungan belajar tetap steril dari pengaruh narkoba agar bakat dan potensi siswa dapat berkembang optimal,” tegas AKBP Wahjudi.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level manajerial sekolah, tetapi juga meresap ke seluruh elemen satuan pendidikan, termasuk peran aktif guru bimbingan konseling dan dukungan orang tua wali murid. (San/serayu)



















