Blitar, serayunusantara.com — Aktivitas kegempaan kembali terjadi di wilayah Jawa Timur bagian selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Blitar pada Selasa (31/03/2026).
Berdasarkan data yang dirilis, gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 3,2 yang terjadi di tengah aktivitas rutin masyarakat yang sedang berlangsung.
Pusat getaran atau episenter gempa tercatat berada pada koordinat 8.91 Lintang Selatan dan 112.28 Bujur Timur. Secara spesifik, titik pusat gempa ini berlokasi di laut pada jarak sekitar 88 kilometer arah tenggara Kabupaten Blitar.
Meskipun kekuatan gempa tergolong dalam skala kecil hingga menengah, namun kedalaman pusat gempa yang berada pada 10 kilometer di bawah permukaan laut membuat getarannya cukup terasa di beberapa titik permukaan tanah.
Langkah respons cepat dilakukan oleh petugas terkait untuk memantau dampak yang ditimbulkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban luka akibat guncangan tersebut.
Baca Juga: 10 Negara Belajar Kesiapsiagaan Gempa di Banyuwangi
BMKG sendiri menyebutkan bahwa gempa dengan magnitudo ini umumnya tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Beberapa warga di wilayah selatan Blitar mengaku merasakan getaran yang terjadi cukup singkat namun terasa nyata. Salah satunya adalah Ahmad, seorang warga yang sedang berada di dalam rumah saat guncangan terjadi. Ia mengungkapkan bahwa getaran tersebut sempat membuatnya terkejut sesaat.
“Tadi getarannya terasa seperti ada truk besar yang lewat di depan rumah. Lemari dan beberapa pajangan di meja sempat sedikit bergoyang, durasinya sangat sebentar, mungkin hanya sekitar 2 sampai 3 detik saja,” ungkap Ahmad saat memberikan keterangannya terkait situasi di lapangan.
Senada dengan Ahmad, warga lainnya yang berada di area pesisir juga merasakan sensasi serupa. Meski tidak sampai menimbulkan kepanikan massal, getaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat Blitar akan letak geografis wilayahnya yang memang berada di jalur aktif kegempaan.
Masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu atau berita bohong (hoax) yang seringkali muncul pasca-kejadian gempa bumi. Pihak berwenang menyarankan warga untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG atau BPBD Kabupaten Blitar guna memantau perkembangan situasi terkini.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk memeriksa struktur bangunan rumah masing-masing guna memastikan tidak ada retakan yang membahayakan sebagai langkah antisipasi mandiri. (Fis/Serayu)


















