Blitar, serayunusantara.com — Monitor merupakan salah satu komponen PC yang paling sensitif namun sering terlupakan perawatannya.
Gangguan seperti munculnya garis-garis halus, dead pixel, atau layar yang kusam seringkali disebabkan oleh cara perawatan yang salah.
Pertama, gunakan lap microfiber dan hindari cairan kimia keras. Saat membersihkan layar, jangan menyemprotkan air atau cairan pembersih kaca langsung ke panel monitor.
Gunakan kain microfiber kering yang lembut. Jika ada noda membandel, cukup lembapkan kain sedikit saja dengan air suling.
Kedua, atur tingkat kecerahan (brightness) pada level wajar. Pengaturan kecerahan yang selalu maksimal akan memperpendek umur lampu latar (backlight) monitor.
Gunakan tingkat kecerahan sekitar 50-70 persen, yang selain lebih hemat energi juga lebih ramah bagi kesehatan mata.
Ketiga, berikan sirkulasi udara yang baik dan matikan saat tidak digunakan.
Pastikan lubang ventilasi di bagian belakang monitor tidak tertutup debu atau benda lain. Panas yang terjebak di dalam panel dapat merusak komponen internal.
Seorang teknisi komputer di Blitar, Fajar (28), mengingatkan pentingnya mematikan monitor secara manual.
“Jangan hanya mengandalkan fitur sleep. Jika tidak dipakai dalam waktu lama, matikan monitor melalui tombol power atau cabut kabelnya untuk menghindari lonjakan listrik yang bisa merusak panel sensitif,” pungkas Fajar. (Fis/Serayu)













