Blitar, serayunusantara.com — Aliansi Aktivis Demokrasi Blitar menggelar sebuah diskusi publik yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pegiat komunitas, hingga warga umum. Kamis, (04/12/2025).
Acara ini tidak hanya menjadi ruang pembahasan isu demokrasi, tetapi juga ajang konsolidasi solidaritas untuk korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Diskusi berlangsung hangat dengan fokus pada pentingnya menjaga ruang demokrasi sekaligus menguatkan kepedulian sosial di tengah berbagai persoalan bangsa.
Para peserta menyampaikan pandangan kritis mengenai perlindungan terhadap aktivis, situasi penegakan hukum, serta keprihatinan atas musibah banjir yang menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan cepat.
Di akhir kegiatan, Aliansi Aktivis Demokrasi Blitar membacakan pernyataan sikap sebagai bentuk posisi moral mereka terhadap isu nasional
Selain itu, mereka juga menyerukan solidaritas untuk saudara-saudara di Sumatera yang sedang terdampak banjir. Para peserta mengajak masyarakat Blitar untuk ikut berdonasi dan mengirim bantuan.
“Perjuangan demokrasi tidak boleh melupakan kemanusiaan. Saudara kita di Sumatera membutuhkan uluran tangan kita bersama,” ujar salah satu peserta, Shokibul (22).
Acara ditutup dengan seruan penuh semangat sebagai wujud komitmen bersama menjaga demokrasi dan solidaritas kemanusiaan: Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial dan memberi dorongan bagi masyarakat luas untuk terus peka terhadap isu-isu kebangsaan dan kemanusiaan. (Fin/Serayu)













