Surabaya, serayunusantara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama BMKG Juanda resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) perdana pada Senin (16/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran 1447 H.
Pada hari pertama operasi, pesawat PK-SCJ dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan di sejumlah wilayah strategis. Cakupan wilayah operasi meliputi kawasan Tapal Kuda dan Jawa Timur bagian selatan seperti Situbondo, Jember, dan Banyuwangi, serta wilayah utara dan tengah yakni Tuban dan Mojokerto.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, bahkan turun langsung memantau penerbangan perdana guna memastikan proses mitigasi berjalan sesuai rencana.
“Sebagaimana instruksi Ibu Gubernur, OMC ini kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama musim lebaran. Ini merupakan wujud pelayanan Pemprov Jatim agar perjalanan mudik dan balik masyarakat berjalan lancar,” ujar Gatot Soebroto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Polisi Pastikan Situasi Jember Kondusif Pascaledakan di Masjid Patrang, Tak Ada Korban Jiwa
Operasi di hari perdana tersebut terbagi dalam tiga tahap (sortie) dengan total durasi jam terbang mencapai 5 jam 20 menit. Berikut rincian teknis penyemaian:
* Total Bahan Semai: 2.800 kg CaO (Kalsium Oksida).
* Penerbangan Pertama: Fokus pada wilayah Situbondo dan Banyuwangi bagian utara (Pukul 12.14 – 14.17 WIB).
* Penerbangan Kedua: Penyemaian dilakukan di atas wilayah Tuban.
* Penerbangan Ketiga: Penyemaian dilaksanakan di langit wilayah Mojokerto.
Operasi Modifikasi Cuaca ini dijadwalkan akan terus berlangsung secara intensif selama 10 hari ke depan, atau hingga 26 Maret 2026 (H+5 Lebaran). Penentuan lokasi penyemaian setiap harinya akan terus berkoordinasi dengan data radar BMKG guna mengidentifikasi awan-awan potensial yang berisiko menimbulkan hujan lebat di jalur utama mudik. (Ko)






















