Tulungagung, serayunusantara.com – Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, baru saja dilanda bencana hidrometeorologi hebat pada Selasa sore kemarin. Hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang wilayah tersebut dan menimbulkan kerusakan yang cukup luas dalam waktu singkat.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam, amukan angin dilaporkan menyapu tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan berbeda. Kecepatan dan kekuatan angin yang luar biasa membuat warga tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan matang.
Dampak material dari bencana ini tergolong masif, dengan tercatat sebanyak 72 rumah warga mengalami kerusakan. Skala kerusakan yang dialami bervariasi, mulai dari kerusakan ringan pada bagian atap hingga kerusakan berat pada struktur bangunan.
Selain bangunan, infrastruktur publik seperti jaringan listrik juga dilaporkan lumpuh total di beberapa titik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tiang listrik yang patah serta kabel yang tertimpa pohon tumbang, sehingga memutus aliran listrik ke permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa Kecamatan Boyolangu menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Di Desa Tanjungsari saja, terdapat 53 unit rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang dan tertimpa pohon besar.
Baca Juga: Bupati Jember Bersama Tim PU dan BPBD Jatim Turun Cek Infrastruktur Rusak dan Cek Korban Banjir
Bencana ini juga memakan korban luka, salah satunya adalah seorang warga bernama Arjuna yang mengalami luka serius di bagian kepala. Korban terkena hantaman material atap saat berusaha menyelamatkan diri dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Merespons situasi darurat tersebut, petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan PLN langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Prioritas utama tim lapangan adalah melakukan evakuasi warga, membersihkan akses jalan, dan memperbaiki jaringan listrik yang membahayakan.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri dengan memangkas dahan pohon yang rawan tumbang. Warga diminta tetap waspada mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan membayangi wilayah Tulungagung.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran perangkat desa untuk memperbarui data kerusakan dan memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan tepat sasaran kepada para korban,” pungkasnya, seperti dikutip dari media Ajttv. (Jun)
























