Washington, serayunusantara.com — Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, pada Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu setempat (EDT) atau Kamis (2/4/2026) pukul 05.35 WIB.
Peluncuran bersejarah ini menandai kembalinya penerbangan berawak ke Bulan setelah lebih dari 53 tahun sejak misi Apollo 17 pada Desember 1972.
Roket Space Launch System (SLS) setinggi 98 meter — yang disebut sebagai roket terkuat yang pernah dibangun NASA , lepas landas dari Launch Complex 39B membawa kapsul Orion yang diberi nama “Integrity” oleh para awaknya.
Empat astronaut yang terlibat dalam misi bersejarah ini adalah Reid Wiseman (Komandan, NASA) sebagai orang tertua yang meninggalkan orbit rendah Bumi; Victor Glover (Pilot, NASA) sebagai orang berkulit hitam pertama yang terbang ke Bulan; Christina Koch (Spesialis Misi, NASA) sebagai perempuan pertama yang terbang ke Bulan; serta Jeremy Hansen (Spesialis Misi, CSA/Kanada) sebagai warga non-Amerika Serikat pertama yang terbang ke kawasan Bulan.
Baca Juga: Protes Agresi Militer di Timur Tengah, PMII Jatim Desak Pemprov Deportasi WNA Amerika Serikat
Administrator NASA Jared Isaacman menyampaikan visi besar di balik misi ini. “Artemis II adalah permulaan dari sesuatu yang lebih besar dari satu misi mana pun. Ini menandai kembalinya kita ke Bulan, bukan hanya untuk berkunjung, tapi untuk akhirnya tinggal di Moon Base kita, dan meletakkan fondasi untuk lompatan besar berikutnya,” ujarnya.
Victor Glover menyampaikan pesan yang menyentuh tentang makna representasi dalam eksplorasi antariksa. “Saya ingin anak-anak melihat kami dan berpikir, ‘Perempuan itu kuat dan luar biasa,’ dan anak laki-laki maupun perempuan berkulit cokelat bisa melihat saya dan berkata, ‘Dia mirip saya, dan dia melakukan itu?'” kata Glover.
Charlie Blackwell-Thompson, Direktur Peluncuran NASA, mengapresiasi kerja keras timnya.
“Tim kami telah bekerja sangat keras untuk membawa kami ke momen ini. Tentu saja, semua indikasi saat ini menunjukkan bahwa kita berada dalam kondisi yang sangat, sangat baik,” ujarnya.
Associate Administrator NASA Amit Kshatriya menekankan bahwa perjalanan masih panjang. “Artemis II adalah uji terbang, dan ujian baru saja dimulai. Tim yang membangun kendaraan ini, memperbaikinya, dan mempersiapkannya untuk terbang telah memberikan kru kami mesin yang mereka butuhkan,” jelasnya.
Misi berdurasi sekitar sepuluh hari ini akan membawa keempat astronaut mengelilingi Bulan tanpa melakukan pendaratan. Tujuan utamanya adalah menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan komunikasi kapsul Orion secara langsung dengan awak manusia di dalamnya.
Kapsul akan menempuh lintasan “free-return trajectory” yang memanfaatkan gravitasi Bulan dan berpotensi memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi yakni 252.000 mil atau sekitar 400.000 kilometer, melampaui rekor misi Apollo 13.
Peluncuran sempat tertunda sesaat karena persoalan teknis pada Flight Termination System dan suhu baterai, tetapi seluruhnya berhasil diatasi.
Lebih dari tiga juta orang menyaksikan siaran langsung melalui kanal YouTube NASA, sementara puluhan ribu warga memadati pantai-pantai di Florida untuk menyaksikan momen bersejarah ini secara langsung.
Artemis II menjadi batu loncatan menuju misi Artemis III yang direncanakan pada 2028, yang akan mendaratkan manusia di permukaan Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo. (Ko/serayu)

























