Tulungagung, serayunusantara.com – Pencarian terhadap seorang wanita berinisial PCA (26), warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Sungai Brantas, akhirnya berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kabupaten Kediri, Sabtu (11/4/2026) pagi.
Jenazah korban ditemukan mengapung di sekitar Dam Gerak Waru Turi, Kecamatan Gampengrejo, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi penemuan tersebut berjarak cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang di wilayah Tulungagung.
Anggota Basarta Tulungagung, Edi Siswoyo, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut, tim gabungan segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari warga terkait adanya jasad yang tersangkut di area bendungan.
“Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung dievakuasi untuk dibawa ke rumah sakit guna penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Sebelumnya, peristiwa ini sempat menggegerkan warga setempat setelah ditemukan tas milik korban di tepi Sungai Brantas pada Jumat (10/4). Di dalam tas tersebut terdapat surat berisi pesan perpisahan yang ditujukan kepada keluarga, yang diduga menjadi petunjuk awal hilangnya korban.
Baca Juga: Tujuh Warga Jadi Korban Ledakan Petasan dalam Sepekan, Empat Pelaku Jadi Buronan
Berdasarkan keterangan dari BPBD, korban diketahui meninggalkan rumah antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB sebelum dinyatakan hilang. Sejak saat itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan relawan melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai.
Dengan ditemukannya korban di wilayah Kediri, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihak berwenang saat ini telah berkoordinasi dengan keluarga untuk penanganan lebih lanjut. (Jun)

























