Bukan Sekadar Seremonial: Di Depan Kapolres, Ketua BEM UNU Blitar Sentil Keterlibatan Polisi di Program MBG dan Fenomena ‘Jumat Gaul’

Blitar, serayunusantara.com — Agenda buka bersama yang digelar Kapolres Blitar Kota bersama jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Ormek) se-Blitar Raya berubah menjadi panggung kritik tajam.

Ketua BEM UNU Blitar, Sya’dan Rosyidin, memanfaatkan forum silaturahmi tersebut untuk mempertanyakan arah prioritas kepolisian saat ini, Selasa (24/02/2026).

Isu keterlibatan aparat kepolisian dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama Sya’dan. Ia memicu perdebatan mengenai urgensi peran kepolisian yang dinilai mulai merambah ke ranah di luar tugas pokok fungsi (tupoksi) keamanan.

“Apakah sudah tuntas tugas polisi sehingga kini ikut mengelola MBG? Fokus utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jangan sampai melebar ke ranah yang bukan prioritas,” tegas Sya’dan secara terbuka di hadapan forum.

Sya’dan menilai, kepolisian seharusnya lebih konsisten menyelesaikan persoalan ketertiban di wilayah Kota Blitar yang hingga kini masih dikeluhkan warga.

Salah satu yang ia soroti secara spesifik adalah fenomena “Jumat Gaul”, sebuah aksi konvoi dan blayer motor oleh oknum pelajar SMP-SMA yang kerap meresahkan masyarakat setiap Jumat malam.

Baca Juga: UNU Blitar Dinilai Alami Penurunan, Komisariat PMII UNU Blitar Desak Pergantian Rektor Pasca SK Habis

“Setiap Jumat malam ada konvoi dan blayer-blayer. Itu sudah lama jadi keluhan masyarakat. Ini belum terselesaikan secara komprehensif. Maka wajar jika publik bertanya, fokus utama kepolisian ada di mana?” lanjut aktivis mahasiswa tersebut.

Bagi BEM UNU Blitar, kehadiran mahasiswa dalam undangan formal seperti buka bersama bukanlah sekadar untuk formalitas atau sesi dokumentasi belaka.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan publik tetap di bawah pengawasan kritis, bahkan di forum-forum yang bersifat santai.

Pernyataan keras ini menegaskan posisi BEM dan Ormek di Blitar Raya sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum yang tidak segan menyampaikan kritik langsung di hadapan para pemangku kebijakan.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa gerakan mahasiswa di Blitar tetap menjaga jarak aman dan independensi dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *