Malang, serayunusantara.com – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Malang pada Rabu (4/3) pagi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo.
Program pembangunan KNMP tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penyediaan berbagai sarana dan prasarana pendukung perikanan. Total terdapat sekitar 20 jenis fasilitas yang dibangun, di antaranya cold storage, pabrik es, dermaga, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi perikanan yang cukup besar di kawasan tersebut.
Program dari pemerintah pusat ini mendapat sambutan positif dari masyarakat nelayan setempat. Mereka menilai keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki taraf hidup para nelayan.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa kunjungan ke Desa Pujiharjo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Sebelumnya, ia telah meninjau proyek serupa di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, serta akan melanjutkan kunjungan ke Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam peninjauan tersebut, Trenggono mengecek langsung progres pembangunan KNMP yang berada di muara Pantai Sipelot. Ia menilai proyek tersebut belum sepenuhnya rampung, sehingga perlu dipastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai standar dan kualitas yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Kabar Gembira Pekerja Rantau! 7 Bus Mudik Gratis Disiapkan Pemkab Malang
Selain meninjau area pembangunan, rombongan juga melihat langsung operasional pabrik es serta fasilitas cold storage yang sudah mulai berfungsi. Kampung nelayan di Desa Pujiharjo sendiri dihuni sekitar 2.500 kepala keluarga, dengan sekitar 900 nelayan dan 300 unit kapal yang mayoritas menangkap komoditas ikan tongkol, lemuru, dan layur.
Dalam evaluasinya, Menteri Trenggono mencatat masih terdapat beberapa pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. Salah satunya terkait penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor, karena kondisi air di wilayah tersebut masih payau. Selain itu, persoalan sedimentasi di area tambatan perahu dan pemecah ombak juga perlu segera ditangani.
Meski demikian, sejumlah fasilitas di kawasan tersebut sudah mulai beroperasi. Sementara pembangunan SPBN masih dalam tahap koordinasi untuk segera direalisasikan. Menteri Trenggono juga mengapresiasi antusiasme masyarakat nelayan terhadap pengembangan kampung nelayan tersebut.
Ke depan, pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilakukan oleh Koperasi Merah Putih secara profesional dengan pendampingan dari Kementerian Koperasi. Ia menegaskan bahwa pengurus koperasi harus mampu mengelola program tersebut dengan baik, dan pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi apabila diperlukan.
Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar seribu Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia tahun ini. Pembangunan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta jumlah kapal nelayan di masing-masing daerah. Di Desa Pujiharjo sendiri tercatat terdapat sekitar 300 kapal dengan 580 nelayan aktif yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.






















