Sidoarjo, serayunusantara.com – Bupati Sidoarjo, Subandi meninjau kondisi Jalan Kemangsen dan Junwangil. Ia memastikan, perbaikan akan segera dilakukan. Subandi menargetkan proyek betonisasi bisa mulai dikerjakan pada tahun 2026 setelah melalui tahapan lelang
Menurut Subandi, kondisi jalan saat ini perlu pembenahan menyeluruh karena perbaikan tambal sulam dinilai tidak cukup kuat bertahan lama.
“Kalau dasarannya tidak kuat, ya tidak bisa nempel jadi satu. Jadi harus kita benahi dulu. Nanti kita perintahkan PUBM segera tindak lanjuti supaya masyarakat bisa menikmati Lebaran dengan nyaman,” kata Subandi, Selasa (17/2/2026).
Ia menyebut, proyek betonisasi Jalan Kemangsen telah masuk dalam perencanaan anggaran 2026. Bahkan, proses persiapan lelang disebut dimulai pada Februari, dengan tahapan lelang berjalan pada Maret.
“Bulan dua persiapan lelang, bulan tiga sudah tahapan lelang. Minimal bulan tiga atau empat sudah ada pembangunan betonisasi. Jadi pengawasan lebih mudah,” jelasnya.
Subandi juga meminta agar pelaksanaan proyek tidak mengulang permasalahan tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya transparansi, kualitas bahan, serta pelibatan tenaga kerja lokal.
“Jangan sampai terulang kegiatan tahun 2025. Pekerjaan banyak, yang mengerjakan hanya satu-dua. Masyarakat Sidoarjo ingin merasakan, wong Sidoarjo ya kerja di Sidoarjo. Harus transparan, bahannya berkualitas supaya masyarakat bisa menikmati,” tegasnya.
Ia berharap paling lambat bulan Mei tahun 2026 pengerjaan sudah berjalan, termasuk untuk wilayah Krian. Terkait adanya warga di Sukodono yang menambal jalan secara swadaya, Subandi mengaku mengapresiasi kepedulian tersebut. Namun, ia mendorong agar perusahaan melalui program CSR turut berpartisipasi membantu perbaikan jalan, khususnya di kawasan industri.
“Kalau ada masyarakat swadaya, sebagai pimpinan daerah saya terima kasih. Tapi kita juga mengimbau CSR-CSR di Sidoarjo ikut membantu, terutama jalan-jalan industri,” ujarnya.
Subandi mengungkapkan, kondisi fiskal daerah saat ini mengalami tantangan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sidoarjo sekitar Rp 440 miliar, sementara transfer pusat ke daerah mengalami penurunan.
“Kalau ada CSR dan partisipasi masyarakat tentu sangat membantu. Yang penting niatnya tulus dan baik untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (ls)
























